
GIANYAR – Sepanjang pesisir pantai Saba-Pering dipenuhi sampah. Pemandangan itu terlihat setelah upacara melasti yang digelar Desa Adat Se-Blahbatuh Tua, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar yang dihadiri ribuan krama.
Pembersihan pantai dari sampah membutuhkan waktu dua hari. Hari pertama pada Kamis (17/3/2022) atau sesaat setelah upacara melasti pembersihan dilakukan relawan Trash Hero Bali bersama perangkat Desa Saba.
Sedangkan pada hari kedua melibatkan beberapa instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Satpolair Polres Gianyar, petugas Rutan Kelas IIB Gianyar, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Lapas Narkotika Bangli, dan Prebekel Desa Saba.
Ketua Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara yang juga krama Desa Adat Blahbatuh Tua mengatakan, aksi bersih-bersih sampah di pesisir pantai dilakukan selesai upacara melasti. Pihaknya tekah berpartisipasi pada hari pertama. Namun dikarenakan jumlah sampah terlalu banyak, yang didominasi sampah plastik, pembersihan harus membutuhkan waktu ekstra.
“Kemarin kita lakukan pembersihan untuk mengantisipasi sampah plastik hanyut ke laut. Dari Pemdes Saba juga sudah melakukan aksi bersih-bersih kemarin namun masih ada sampah-sampah di areal seputaran pantai. Terkumpul sekitar 45 karung sampah plastik,” ujar Aksara.
Pihaknya berharap, hal ini tidak terulang kembali, terutama dari segi sampah plastik. “Diharapkan setiap acara seperti ini agar setiap desa adat bisa mengantisipasi sampah-sampah yang akan timbul dengan menyediakan karung oleh masing-masing desa adat, sehingga sehabis upacara sampah tidak berserakan,” ujarnya.
Sementara, Camat Blahbatuh, Wayan Gede Eka Putra mengatakan, pembersihan baru dilakukan setelah selesai upacara melasti.
“Tidak enak rasanya habis dihaturkan langsung kita pungut. Makanya begitu krama budal (pulang), kami bersihkan. Ke depan, kita akan giatkan edukasi tentang penggunaan terutama plastik sekali pakai supaya hal ini tak terulang lagi,” ujarnya. (jay)








