
KARANGASEM—Ribuan umat Hindu Bali, mengikuti prosesi pemelastian Ida Bhatara Pura Agung Besakih ke Tegal Suci, Banjar Dinas Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten, Karangasem, Selasa (15/3/2022). Pralingga Ida bhatara memargi (berjalan) menuju lokasi tempat pasucian sekitar pukul 10.00 Wita.
Ritual melasti dilaksanakan serangkaian Upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Kamis (17/3/2022) mendatang.
Ketua Panitia Karya, Jro Mangku Widiartha mengatakan, prosesi yang dulaksanakan sama dengan upacara pemelastian yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya.
“Ada sebanyak 23 pralingga Ida Bhatara yang memargi untuk melasti ke Tegal Suci. Pralingga ida bhatara yang pertama memargi (berjalan), yakni pralingga Ida Bhatara Lingsir, Ida Bhatara Kiduling Kreteg,pralingga ida bhatara yang lain di belakangnya,” jelasnya.
Mangku Widiartha menambahkan, upacara pemelastian ditengah situasi pandemi covid-19 ini tetap dilakukan pembatas. Imbauan di setiap Kepala Keluarga (KK) hanya melibatkan satu orang pengayah juga terus digaungkan. Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan satu KK bisa lebih dari satu yang ikut ngaturang ngayah mundut ida bhatara.
“Proses pemelastian tetap dilaksanakan secara estafet. Di masing-masing pedarmaan juga sudah dilakukan pembagian pengayah, ada yang mundut Ida Bhatara saat memargi menuju Tegal Suci dan ada yang mundut saat mewali (kembali) menuju Puura Agung Besakih,” ungkapnya.
Sementara itu, demi lancaranya upacara pemelastian, panitia kata Widiartha, juga telah meminta kepada kontraktor untuk membersihkan sisa sisa material proyek yang ada jalan utama (margi agung), yang menjadi pelintasan pemargin iring-ringan Ida Bhatara.
“Selama karya, margi agung akan terus dibuka. Usai Ida Bhatara diseneb, jalan uatama baru ditutup kembali,” pungkasnya. (wat/jon)








