
GIANYAR – Sekaa taruna di wilayah Desa Adat Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, harus menelan kekecewaan karena adanya larangan menggelar pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
Sekaa taruna juga memutuskan untuk tidak melanjutkan pembuatan ogoh-ogoh. Kekecewaan kelompok pemuda sedikit terobati menyusul adanya pemberian insentif dari Bendesa Adat Keliki, Senin (14/2/2022).
“Bagi yang ogoh-ogohnya selesai 50 persen diberikan uang pengganti Rp 2 juta. Sedangkan yang baru buat rangka ogoh-ogoh mendapat Rp 1,5 juta,”ujar Bendahara Desa Adat Keliki, I Made Ariasa.
I Made Ariasa mengungkapkan, insentif diberikan lantaran dana pembuatan ogoh-ogoh bersumber dari kas masing-masing sekaa teruna maupun pribadi. Prajuru Desa Adat Keliki akhirnya menyepakati menggantinya melalui pemberian insentif.
“Dana insientif ini diambil dari dana pemasukan Desa Adat,” ungkap I Made Ariasa.
Sekaa teruna telah sepakat meniadakan pawai ogoh-ogoh sesuai instruksi pemerintah karena lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, mereka juga tidak ikut lomba ogoh-ogoh yang digelar Pasikian Yowana Gianyar.
“Menurut sekaa teruna, kalau hanya dibuat tapi tidak diarak juga percuma sehingga tidak ada yang ikut lomba dan pembuatan ogoh-ogoh sudah dihentikan,”imbuhnya.
Sementara itu, insentif Rp 1,5 juta diberikan kepada sekaa teruna Banjar Triwangsa, Banjar Pacung, dan Banjar Salak. Sedangkan insentif Rp 2 Juta untuk sekaa teruna Banjar Keliki.
Ketua Sekaa Teruna Banjar Salak, I Komang Nuriawan menyampaikan sudah sepakat untuk tidak mengarak ogoh-ogoh meskipun dirinya mengaku sedikit kecewa.
“Setelah adanya surat edaran dari Gubernur Bali, kami melalui rapat pengurus bersama perangkat desa sepakat untuk tidak melanjutkan membuat ogoh-ogoh meskipun ada sedikit kecewaan,” ungkapnya. (jay)








