
DENPASAR – Petugas gabungan Polresta Denpasar mengamankan belasan remaja yang melakukan konvoi bermotor, Minggu (13/2/2022). Mereka ugal-ugalan di jalanan sehingga menggangu ketertiban lalu lintas dan meresahkan masyarakat.
Ironisnya, belasan remaja yang diamankan itu didominasi pelajar SMP jumlahnya 14 orang, 4 orang masih duduk di bangku SMA dan satu orang merupakan pekerja swasta.
“Awalnya, kami menerima pengaduan dari masyarakat yang merasa resah dengan gerombolan remaja melakukan konvoi start dari Tohpati (Denpasar Timur), menuju arah Jalan Bypass Ngurah Rai,”ujar Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam konferensi pers, Minggu (13/2/2022) malam.
Menerima laporan, Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas bersama anggotanya langsung turun melakukan pemantauan.
“Sampai simpang GBB (Grand Bali Beach), sebagian dari mereka mengarah ke kawasan Sesetan dan sebagian lagi masuk kota. Mereka itu ada sekitar 100 orang melakukan konvoi sambil membawa atribut bendera,”ungkapnya.
Petugas langsung menghalau gerombolan pelajar itu. Mereka pun kocar kacir untuk bisa kabur dan beberapa di antaranya nekat menerobos pengekatan. Beberapa orang diamankan di traffic light Teuku Umar. Ada juga dicegat depan SMP Harapan, serta di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan.
“Beberapa dari mereka juga sempat kabur masuk gang, tapi berhasil kami amankan dibantu oleh pecalang,”tegas Kapolresta.
Kini, belasan remaja bersama 12 sepeda motor diamankan di Polresta Denpasar. Polisi masih memburu sekitar 70 pengendara motor yang ikut dalam konvoi.
“Kami masih mendalami tujuan mereka melakukan konvoi. Yang jelas, mereka sudah mengganggu ketertiban dan melangar protokol kesehatan. Bahkan, informasi di masyarakat, beberapa orang dari mereka ini sering bikin keributan,”tandas suami Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi ini. (dum)








