
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Covid-19 varian Omicron mencapai 10.000 kasus di Provinsi Bali.
“Varian Omicron di Bali sudah muncul tiga minggu setelah tahun baru 2022. Sebelum dan pada perayaan tahun baru di Bali banyak wisatawan yang datang berlibur dan wisatawan balik pada 8 Januari 2022,”ujar Gubernur Bali Wayan dalam Keterangan pers di Gedung Gajah, Jaya Sabha Denpasar, Selasa (8/2/2022).
Koster mengatakan, varian Omicron terus meningkat sejak 15 Januari 2022. Padahal sebelum itu, kasus Covid-19 di Bali terus melandai di dua digit. Pada 26 Januari di angka tiga digit dan saat ini kembali ke posisi teratas pada empat digit.
“Perkembangannya sangat cepat dan Omicron di Bali sudah mencapai 10 ribu kasus. Perkembangan cepat sekali ini yang luar biasa dan dari berbagai referensi, di Jakarta dan beberapa negara didunia semuanya varian Omicron,” ungkapnya.
Kasus positif yang terjadi di Bali dengan bergejala ringan mencapai 90 persen dan bergejala sedang 10 persen. Sedangkan gejala ringan yang masuk rumah mencapai 10 persen.
“Adanya kenaikan kasus Covid-19 dengan varian Omicron, sesuai arahan Mentri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binzar Padjaitan, prosedur penanganannya tetap dengan memperketat Protokol Kesehatan (Prokes),”tegasnya.
Gubernur menambahkan, dengan angka kenaikan kasus varian Omicron ini, tingkat kesembuhan juga semakin membaik. Dua sampai tiga minggu ke depan, diperkirakan akan berjalan normal antara kasus dengan yang sembuh. Sebelumnya, rata-rata perhari yang meninggal 0,3, perkembangan saat ini sudah 1 orang.
“Kebanyakan yang meninggal dunia akibat menderita penyakit bawaan, usia lanjut dan belum divaksin. Kita minta semua RS di Bali tangani dengan baik,” pintanya.
Sementara, untuk vaksinasi pertama telah mencapai 104 persen, vaksinasi kedua 94 persen. Vaksinasi pertama usia lanjut 84 persen dan vaksinasi kedua 74 persen.
Sementara, vaksinasi pertama usia 6-11 tahun mencapai 105 persen dan vaksinasi kedua 93 persen.
“Perkembangan pelaksanaan vaksinasi di Bali merupakan tertinggi di seluruh Indonesia,”tegasnya. (arn)








