
GIANYAR – Hampir setahun, eks bangunan Pasar Blahbatuh terbengkalai dan menimbulkan kesan kumuh di sekitar kawasan tersebut. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Gianyar belum memastikan untuk melakukan penataan kembali pasar yang ludes terbakar pada 15 Juni 2021 itu.
Kondisi bangunan Pasar Blahbatuh yang tampak menghitam akibat gosong itu mendapat sorotan anggota DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Kapidada. Tokoh Puri Ageng Blahbatuh ini sempat menanyakan ke Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar mengenai rencana penataan kembali pasar tersebut.
“Disperidag sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan kabarnya sampai saat ini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan Laboratorium Forensik,”ujar I Gusti Ngurah Kapidada saat ditemui di kantornya, Senin (7/2/2022).
Menurut I Gusti Ngurah Kapidada, puing-puing kebakaran sangat mengusik penataan kawasan dari Catus Pata Blahbatuh di sepanjang jalan Udayana hingga Simpang Buruan.
“Pada kesempatan ini, kami juga memohon kepada aparat kepolisian agar menindaklanjuti segera. Kami hanya berharap bekas kebakaran ini segera ditata agar tak terlihat kumuh,” harapnya.
Mengenai peruntukan bekas pasar ini ke depannya, I Gusti Ngurah Kapidada menyampaikan sebagian dari para pedagang berharap tetap dijadikan pasar umum karena pertimbangan tata letak menurut tradisi di kawasan Catus Pata. Di sisi lain, Bupati Gianyar Made Mahayastra pernah berencana ‘menyulapnya’ menjadi taman berisi patung Kebo Iwa dan Gajah Mada.
“Lahannya itu milik pemerintah dan tentunya perencanaan ke depannya sudah dikaji oleh Pemkab. Tentunya yang terbaik untuk masyarakat, tapi kendalanya sekarang kan terkesan diterlantarkan,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, pembongkaraan bangunan diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD.
“Karena ini berupa aset, saat ini masih berproses. Leding sektor memang di kita, tapi untuk pembongkraan diserahkan kepada BPKAD,” ujar Eka Suary. (jay)








