
DENPASAR – Penerbangan Internasional Bandara Ngurah Rai Denpasar sudah lama dibuka guna pemulihan ekonomi pariwisata. Namun, sampai sekarang belum ada wisatawan asing turun langsung di Bali, melainkan di Bandara Soekarno Hatta.
“Kita akan bersurat ke Presiden karena kita sudah sekian lama sabar menunggu. Kami mohon kepada bapak Presiden agar penerbangan Internasional langsung ke Bali untuk wisatawan asing, tidak perlu melalui Jakarta,”ujar Ketua Komisi II DPRD Bali IGK. Kresna Budi, Minggu (30/1/2022).
Apabila wisatawan asing turun di Jakarta termasuk menjalani karantina, IGK Kresna Budi khawatir pariwisata Bali takkan bisa bangkit. Selain berpengaruh pada ekonomi pariwisata, juga berdampak besar pada semakin meningkatnya angka pengangguran.
“Kalau penerbangan International hanya dibuka di Jakarta saja dan mereka karantika di sana, Bali kebagian apanya?. Tolonglah dibuatkan skema bahwa pindahkan penerbangan international menjadi satu-satunya yakni di Bali plus karantina, kita evalusi selama enam bulan dulu,”pintanya.
Politisi Golkar asal Buleleng ini meminta tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan meski muncul berbagai varian baru Covid-19. Ia menyebut data vaksinasi di Bali cukup bagus. Vaksin pertama dan kedua di atas 100 persen, bahkan mulai dilaksanakan vaksin booster. Begitu juga dengan masyarakat taat akan protokol kesehatan.
“Intinya adalah kita selamatkan hotel di Bali, selamatkan semua pekerja pariwisata agar mereka bisa bekerja kembali, meskipun saat ini sudah ada wisatawan domestic. Namun keberadaan wisatawan domestik yng sifatnya musiman (saat liburan), ini tidak akan cepat menyembuhkan Bali dari sakit yang berkepanjangan,”tegasnya.
Melihat kenyataan pahit yang dihadapi pariwisata di Bali dua tahun sudah lamnya, Ketua Komisi II DPRD Balu mohon kepada Presiden Jokowi menjadi pertimbangan agar Bali diberikan hak prioritas terutama di pariwisata dan penerbangan international.
“Apalagi ada event balap Moto GP, penerbangannya kalo bisa di Bali lah, kan pesertanya dari luar semua, plus karantinanya di Bali , dan juga event G20. Kalau bisa tetap penerbangan langsung dilaksanakan di Bali,”harapnya.(arn)








