
KUTSEL – Seorang tokoh masyarakat Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, I Made Sura Wijaya, mengkritisi aktivitas perbaikan trotoar di sejumlah titik Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai. Dia mendorong, kegiatan tersebut bukan sekedar membenahi secara tampilan luar, melainkan juga perbaikan fungsi drainase di dalamnya.
Kepala Lingkungan Peken tersebut mengaku, sangat menyadari pentingnya tampilan trotoar yang baik. Terlebih, aktivitas tersebut dilakukan dalam kaitan pula menyambut gelaran G20 di Nusa Dua.
“Terus terang saya sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan itu. Tapi tolong, jangan hanya tampilannya saja yang dibenahi. Melainkan juga secara fungsi di dalamnya, yakni keberadaan drainase pembuangan air hujan. Jangan sampai cantik di kulit, tapi dalamnya rusak,” sorotnya, Senin (24/1/2022).
Dia berharap, sebelum melakukan pembenahan di bagian luar, bisa didahului perbaikan pada bagian dalamnya. Agar ke depan tidak malah tersumbat, dan air hujan dapat terbuang lancar ke laut.
“Jangan sampai nantinya ketika hujan dan terjadi sumbatan, trotoar yang sudah cantik terpaksa dibongkar lagi. Itu sama artinya dengan dua kali kerja, alias buang-buang anggaran,” sentilnya.
Sura mengatakan, tidak sedikit kepala lingkungan lain yang sependapat dengan dirinya. Sehingga aspirasi tersebut pun juga sempat disampaikannya kepada Lurah Benoa dan Camat Kuta Selatan. Dengan harapan agar pandangan itu bisa sampai kepada pihak terkait.
“Saya juga sempat berbincang dengan pihak proyek di salah satu titik. Dan memang benar katanya yang dibenahi itu hanyalah bagian luar saja. Sementara bagian dalamnya, itu tidak. Alasannya, itu berkaitan dengan anggaran. Namun menurut saya, jika pada titik tertentu dinilai membutuhkan penggantian precast beton, ya sebaiknya ganti saja. Jangan sampai nanti malah bongkar lagi, bongkar lagi. Kan anggaran jadinya sia-sia,” sebutnya.
Salah satu titik yang menjadi sorotannya yaitu di sekitar SLB Negeri 1 Badung. Mengingat pada titik bersangkutan, kerap kali terjadi persoalan sehingga menimbulkan banjir atau genangan air hujan.
“Jangan sampai hal seperti itu terjadi lagi, setelah tampilan trotoar sudah sangat baik,” ungkapnya. (adi/jon)








