
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan sampai saat ini varian Omicron Covid-19 belum ada masuk Bali. Meskipun sebelumnya sempat tersiar ada dua wisatawan domestik asal Surabaya terpapar varian Omicron Covid-19. Penegasan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar Rabu 5/1/2022).
Menurut Gubernur Koster mencuatnya pemberitaan wisatawan domestik dan wisatawan Rusia terkonfirmasi positif varian Omicron Covid-19, tidak akan berpengaruh terhadap sejumlah agenda internasional dan event-event lainnya yang akan dilaksanakan di Bali. “Tidak akan berpengaruh, karena kasus positif di Bali masih tetap landai angka 1 digit setiap hari dengan rata-rata 4 orang,” ujarnya.
Gubernur Koster menjelaskan, wisatawan domestik asal Surabaya dipastikan tidak kena virus Omicron di Bali. Sebab, masa inkubasinya sampai dua mingguan sehingga dipastikan kenanya diluar Bali atau mungkin kenanya di Surabaya. Terbukti setelah dilakukan tracing dan testing terhadap pelayanan villa tempat wisatawan domestik itu menginap yang pernah kontak, ternyata hasilnya semua negatif. Demikian juga halnya dengan wisatawan asal Rusia yang sebelumnya juga dikatakan positif terpapar varian Omicron. Setelah dilakukan tracing dan testing terhadap orang-orang yang diajak kontak juga hasilnya negatif. Dengan demikian, sampai saat ini belum ada penyebaran virus varian Omicron di Bali.
Seperti disampaikan dalam pemberitaan Warta Bali sebelumnya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya sebelumnya, terhadap dua wisatawan asal Surabaya Jatim yang menginap di Sawangan, Nusa Dua, Badung selatan, Dinas Kesehatan telah melakukan tracking (pelacakan), tracing (penelusuran) dan testing (pengujian) terhadap sebaran kasus varian Omicron Covid-19 di Bali.
Menurutnya wisatawan domestik tersebut tinggal di villa sehingga tidak banyak melakukan kontak. Selama menginap di villa, wisatawan tersebut mendapat pelayanan oleh 11 orang karyawan villa. “Kita sudah lakukan tracking, tracing dan testing terhadap 11 karyawan villa yang memberikan pelayanan selama wisatawan itu menginap. Hasilnya belum keluar dan paling cepat nanti malam baru diketahui hasilnya,” ujar Kadiskes dr. Ketut Suarjaya.
Suarjaya menambahkan, kemana saja wisatawan tersebut berwisata selama di Bali, kedua wisatawan tersebut tidak bisa memberikan penjelasan secara detail dengan pihak mana saja dia melakukan kontak mengingat diluar areal tempat menginap. Sehingga sangat sulit dilakukan tracking, tracing dan testing. Sebab tamunya sendiri tidak mengetahui orang yang diajak kontak sehingga sulit terlacak. Meski demikian, Kadiskes meyakini bahwa masa inkubasi virus pada kedua wisatawan tersebut saat di Bali sudah berakhir sehingga diyakini kenanya di Surabaya. Sebab diketahui datang dan tinggal di Bali sesuai laporan pada 11-15 Desember 2021. Pihaknya menyakini masa inkubasi sudah habis dan kalau dia terpapar di Bali, dipastikan ada lonjakan kasus positif di Bali. Sejak beberapa bulan terakhir ini kasus positif di Bali ada pada 1 digit dengan rata-rata kasus per hari 4 kasus. “Kalau kena di Bali, dipastikan sudah melonjak dan kita berharap hasil tracing dan testing 11 orang karyawan villa itu negatif, itu harapan kita,” ujarnya.
Mengenai wisatawan asal Rusi yang saat ini masih terdeteksi hasil swabnya positif tetapi tanpa ada gejala. Wisatawan ini datang dari Jakarta dan terbang ke Bali dan menginap di salah satu villa di Kerobokan, Badung tengah. Terhadap orang-orang yang sempat diajak kontak, juga sudah dilakukan tracing dan testing sebanyak 5 orang dan hasilnya juga belum keluar.
Kadiskes Suarjaya berharap, masyarakat tetap tenang dan penuh disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya menambahkan meskin varian Omicron ini tidak begitu membahayakan, bagaimanapun juga masyarakat Balu harus tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (arn)








