
JEMBRANA – Budidaya ulat maggot menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan kemunculan lalat, utamanya di peternakan ayam. Seperti yang telah dilakukan peternak ayam di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Di kandang peternakan ayam petelur milik Hasib Sucipto, budidaya maggot sudah dijalankan selama dua tahunan. Selain maggot dikembangkan untuk mengurai kotoran ayam, bahkan maggot menjadi pakan tambahan.
Prosesnya ulat maggot, disebar pada tempat-tempat penampungan kotoran, untuk mengurai kotoran sekaligus bau yang ditimbulkan, termasuk menghambat pertumbuhan larva lalat. Setelah melalui proses pematangan, akan muncul maggot baru yang kemudian dapat dipanen sebagai pakan.
Dampak adanya serbuan lalat pascapanen di beberapa peternak ayam di wilayah Jembrana menjadi atensi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana bersama Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Pangan, Rabu (5/1/2022) dengan mendatangi peternakan di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dewa Gede Ari Candra Wisnawa mengakui keluhan terkait dampak peternakan ayam khususnya serangan lalat sering terjadi bahkan di permukiman padat penduduk.
Dinas LH berupaya mencari solusi, salah satunya dengan menerapkan maggot pada peternakan ayam. Saat ini pihaknya sengaja malakukan penjajakan dipeternakan ayam di Banyubiru, yang memang telah menerapkan pemeliharaan maggot, itu nantinya akan ditawarkan ke para peternak serupa di Jembrana.
Sementara, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Jembrana mendata terdapat puluhan peternakan ayam. Diantaranya peternak ayam broiler (pedaging ras) yang kemitraan dengan inti ada 82 peternak. Kemitraan dengan PT MSJ ada 47 peternak, serta PT Ciomas Adisatwa sebanyak 35 peternak.
Kepala Bidang Peternakan Gede Putu Kastama mengakui adanya keluhan serbuan lalat beberapa waktu lalu, di wilayah Desa Batuagung, Perancak, kelurahan Pendem dan Tegalcangkring.
Pihaknya menyikapi dengan mendatangi kandang peternak di wilayah tersebut, selain mengarahkan untuk rutin melakukan pembersihan kotoran sanitasi di arel kandang dan lingkungan, pihaknya juga menyarankan menerapkan maggot, lantaran maggot dapat mengurangi larva lalat, bahkan maggot bisa dimanfaatkan untuk pakan. (ara,dha)








