
DENPASAR – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan Covid-19 varian Omicron masuk Indonesia. Salah seorang pekerja Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, dinyatakan positif dan sedang menjalani perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, sampai saat ini Omicron belum sampai masuk Bali. Ia pun mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Penyebaran Omicron yang diumumkan itu baru di Jakarta yang tertular. namun, Bali harus tetap waspada dan semua pintu masuk Bali harus diperketat jangan sampai kebobolan,”ujar Ketut Suarjaya via telepon, Kamis (16/12/2021).
Suarjaya menyebut perkembangkan virus dalam beberapa bulan terakhir sudah melandai. Namun, masyarakat harus tetap disiplin prokes sebagai antisipasi masukan varian Omicron.
“Jangan sampai terjadi puncak penyebaran virus lagi di Bali seperti yang sudah terjadi pada Juli dan Agustus lalu. Semua pintu masuk Bali baik udara, darat dan laut tidak boleh main-main dan harus diperketat. Pemeriksaan setiap kedatangan juga harus ketat dan dilakukan PCR. Kita antisipasi jangan sampai Omicron menular di Bali, apalagi menjelang Natal dan tahun baru (Nataru),” tegasnya.
Suarjaya menambahkan, hasil penelitian para ahli, varian Omicron tanpa gejala dengan risiko kematian jauh lebih rendah dibandingkan Delta. Kendati demikian, tidak bisa dipandang remeh.
Sementara, terkait vaksin pertama sudah mencapai 100,1 persen dan tahap kedua mencapai 90 persen lebih. Sedangkan kasus positif per 16 Desember 2021 sebanyak 3 orang, sembuh 15 dan meninggal 1 orang.
Data Kasus Aktif dan Tempat Perawatan, Rabu 15 Desember 2021: Kasus Aktif = 127, RS Rujukan = 53/ 41,73 %. Isolasi Terpusat = 41/ 32,28 % , Isolasi Mandiri = 33/ 25,99%.
Rincian Tempat Isolasi Terpusat dengan Kapasitas = 883 bed, Terisi = 41 bed (4,64 %), Tersisa = 842 bed (95,36 %). Terdapat 175 tempat Isolasi Terpusat tersebar di seluruh Kab / Kota dan Provinsi Bali.(arn)








