
JEMBRANA – Satu lagi tempat wisata ditawarkan di Jembrana, yakni Sungai Gelar di Banjar Gelar Sari Palungan Batu, Desa Batuagung Kecamatan Jembrana. Wisata alam ini, menyuguhkan pesona alam sungainya nan jernih.
Bebatuan sungai yang alami, menambah gemericik sungai membelah suasana pedesaan. Selain itu, suguhan alam perbukitan dengan berlatar belakang hutan lindung yang masih lestari. Tak kalah mendukung pemandangan suasana pedesaan, di sekelilingnya terdapat perkebunan penduduk yang hijau nan subur, semakin menambah kesejukan alam pedesaan.

Keberadaan Sungai Gelar sendiri, terletak diantara perbatasan Lingkungan Munduk Waru, Kelurahan Dauh Waru dengan Desa Batuagung. Namun secara administratif merupakan wilayah Banjar Gelar Sari Palungan Batu Desa Batuagung.
Untuk menuju ke Sungai Gelar, ada dua alternatif jalan yang dapat dilalui.
Pertama melalui akses Jalan Desa Batuagung, atau melalui jalan menuju GOR Kresna Juvara Dauh Waru. Dengan perjalanan darat sekitar 8 kilometer dari Kota Negara.
Untuk lebih memudahkan pengunjung ke Sungai Gelar, cukup diakses melalui Google Maps. Di atas Sungai Gelar, telah terhubung sebuah bangunan jembatan kayu (gantung). Keberadaan jembatan gantung, yang biasa disebut warga Jembatan Merah, sekaligus sebagai jalur penghubung kedua wilayah tersebut. Seiring Sungai Gelar dibuka menjadi tempat wisata alam melalui pemerintah Desa Batuagung.

Jembatan Merah hanya dapat dilalui kendaraan sepeda motor serta pejalan kaki, juga sangat cocok untuk mengeksplor panorama alam, termasuk berswa foto di lokasi tersebut. Selain itu, kejernihan sungainya dapat dinikmati untuk mandi maupun berenang.
“Seiring dikelolanya wisata alam Sungai Gelar melalui Pokdarwis Gelar, Desa Batuagung di sana telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat parkir, berikut kamar mandi serta fasilitas air bersih dan kebersihan,” terang Sekdes Batuagung IB Eka Sudiarta Rabu (15/12).
“Pengelolaan memang sudah didukung fasilitas tempat parkir, bagi pengunjung, termasuk kamar mandi/ganti dan sarana air bersih dan kesersihan sampah,” terangnya.
Pengelolan wisata itu, sudah melalui Pokdarwis di banjar tersebut. Selain itu sejumlah warung lokal juga tersedia, bagi pengunjung yang lapar atau haus sehabis beraktifitas di lokasi tersebut, termasuk pedagang buah-buahan ramai ketika musim buah durian dan manggis melimpah di sana.
Bagi yang berminat menikmati suasana malam, juga telah berdiri vila di pinggiran Sungai Gelar. Sementara itu, untuk pengenalan daya tarik wisata di Kabupaten Jembrana, termasuk daya tarik wisata di pedesaan, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Jembrana, melakukan upaya promosi wisata.
“Langkah tersebut dilakukan dengan harapan daya tarik wisata dapat lebih dikenal luas ke masyarakat, berikut mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Jembrana,” terang Kabid Pariwisata I Komang Gede Hendra Susanta seijin Plt Kadis Pariwisata Kebudayaan AA Mahadikara Sadaka.
Tahun ini pula, sejumlah daya tarik wisata, termasuk yang ada di pedesaan menjadi ajang promosi wisata, melalui kerjasama dengan media cetak maupun eletronik dan online. (araa)








