Legian Banjir Akibat Luapan Tukad Mati, Dinas PUPR dan DLH Diminta Lakukan Evaluasi

0
180

DENPASAR – Hujan deras sejak Minggu malam hingga Senin (6/12/2021) mengakibatkan banjir di wilayah Denpasar dan Badung. Bahkan, air di Daerah Alur Sungai (DAS) Tukad Mati meluap.

Ketua Komisi III DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pihaknya pada Oktober 2021 sempat melakukan rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta instansi terkait, guna bersiap mengantisipasi musim hujan.

“Kesimpulan rapat saat itu, saluran air diminta supaya dilakukan penggelontor saluran, antisipasi genangan berlebih disiapkan dengan pompa, pengurangan volume sampah dari hulu hingga kesiapan terhadap kemungkinan longsor banjir bandang serta mitigasi bencana dapat diantisipasi,”ujarnya.

Melihat banjir dengan ketinggian air sekitar dua meter akibat luapan Tukad Mati, Adhi Ardhana meminta Dinas PUPR segera melakukan evaluasi. Ia juga mempertanyakan situasi dan kondisi yang terjadi saat hujan deras sejak malam hari apakah team sudah bergerak cepat.

Pihaknya juga mengkhawatirkan apa yang dilaporkan saat rapat koordinasi pada Oktober lalu semuanya baik. Sementara, realita di lapangan berbeda dengan apa yang dilaporkan masyarakat terlebih yang terdampak banjir.

“Kami menanyakan kesiapan serta langkah yang sudah diambil sehingga diharapkan musim penghujan tahun ini tidak menjadi musim penghujan,” tegasnya.

Adhi Ardhana juga mempertanyakan apakah memang debit air yang berlebihan, atau memang infrastruktur yang dilaporkan dalam kondisi baik ternyata hanya di atas kertas. Dilapangan, terjadi sendimentasi endapan pasir dan lumpur hingga membuat pendangkalan sepanjang sungai Tukad Mati. Lebih-lebih pada hilir sungai sehingga air lamban mengalir ke laut akibat pendangkalan sungai.

“Kita minta secepatnya dilakukan penanganan dan kabupaten kota segera berkoordinasi,” pintanya.

Adhi Ardhana juga mengakui, Fenomena La Nina yang jatuh pada setiap tahun dimana limpahan air berlebih dan kadang melebihi kapasitas saluran air hujan wilayah masing-masing. Sementara kalau dilihat dan dipantau saat ini tidak ada genangan air yag melebihi 2-3 jam sehingga dapat dikatakan belum terjadi bencana.

“Informasi dari Kadis PUPR, Tukad Mati sudah lebih tinggi posisi airnya dari jalan Dewi Sri maupun Jalan Gunung Salak. PUPR sudah turun dan ini memang masalah debit air yang terjadi,” tandasya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =