
KUTA – Baru-baru ini, aktivitas wisata di Pantai Kuta digoyang isu tidak sedap, soal perilaku nakal oknum pedagang pantai. Perilaku itu berupa pemaksaan pemberian layanan, yang menimbulkan rasa tidak nyaman wisatawan.
Dikonfirmasi Senin (6/12/2021), Ketua Pengelola Wisata Pantai Kuta (Satgas Pantai Kuta) Wayan Sirna mengaku telah melakukan langkah tindak lanjut. Seluruh pedagang dikumpulkan, untuk diberikan pemahaman dan penegasan.
“Kami sudah kumpulkan Sabtu lalu. Kami tegaskan kepada mereka agar memberikan pelayanan dengan baik, dan jangan sampai menimbulkan rasa tidak nyaman,” sebut Sirna.
Bukan hanya itu, pada pedagang juga diminta untuk kembali kepada kekhususan layanannya masing-masing. Tidak lagi menawarkan jasa, di luar kekhususannya.
“Kalau belakangan ini, kami akui memang terjadi kesemrawutan yang diakibatkan sepinya wisatawan berkunjung. Misalnya pedagang yang harusnya hanya berjualan kain, ternyata juga menawarkan jasa massage. Hal-hal seperti itulah yang kami tegaskan untuk kembali ke sebagaimana mestinya. Selain itu, lokasi pelayanan mereka juga kami minta untuk tidak keluar dari zonanya masing-masing,” ungkapnya.
Terpisah, hal serupa juga disampaikan Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista. Bahkan dia menyebut, jika informasi yang beredar di media sosial itu benar dan terbukti, maka pihaknya siap memberikan sanksi tegas kepada oknum pedagang bersangkutan. Termasuk dengan mencabut kartu setiap pedagang pantai.
“Kalau ada wisatawan yang mengalami hal serupa, maka silahkan langsung laporkan ke Satgas Pantai. Jika itu benar dan terbukti, maka kami akan skorsing. Bahkan kalau jika tetap saja melakukan hal serupa, maka mau tidak mau kami akan cabut kartunya, sehingga tidak boleh lagi berjualan di pantai,” tegasnya.
Selain itu, para wisawatan juga diminta untuk secara blak-blakan menolak jika tidak mau menggunakan jasa ataupun membeli produk para pedagang. Meski di sisi lain, dirinya berharap wisatawan bisa menggunakan jasa ataupun membeli produk tersebut, sebagai bentuk kontribusi dalam membantu perekonomian masyarakat Kuta di tengah pandemi.
“Kebetulan juga sekarang ini kami dalam masa berbenah. Aktivitas pedagang pantai nanti akan berada di bawah salah satu unit dari BUPDA,” tambahnya. (adi/jon)








