
DENPASAR – Kuota para atlet selancar angin khususnya untuk atlet senior diharapkan tak dihilangkan pada PON XXI/2021 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Bahkan kuota untuk atlet senior termasuk nomor yang dipertandingkan dikembalikan seperti saat di gelaran PON XIX/2016 di Jawa Barat (Jabar).Harapan ini diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Porlasi Bali I Wayan Sujana.
Diakui pelatih Selancar Angin Bali itu, dibandingkan dengan di PON XX/2020 Papua, atlet yang boleh tampil hanya 1 atlet senior dan 2 atlet junior. Dengan demikian, di even itu atlet senior dibatasi kuotanya.
“Harapan kami kembalikan saja kuota atlet senior 3 orang karena di Selancar Angin itu sangat klasik dan sulit mencari regenerasi atlet,” kata Made Sujana, Rabu (3/11/2021).
Ditambahkannya, akibat pada PON Papua lalu kuota atlet senior dibatasi maka Bali hanya menurunkan I Gusti Made Oka Sulaksana di RSX karena di nomor itu tidak ada batasan usia. Sementara di Bic Techno dan RS One atlet yang bertanding umurnya dibatasi. Sehingga waktu itu, Bali hanya dapat 1 medali emas saja lewat Oka Sulaksana.
“Kami akan berjuang agar kuota atlet senior dikembalikan pada PON Aceh/Sumut meski hal itu tidak mudah untuk dipenuhi. Hal ini diduga karena PB PORLASI sudah mulai ada intrik permainan yang syarat akan kepentingan daerah. Contohnya ada lobi-lobi dari daerah lain yang dominan memiliki atlet muda yang ingin ditonjolkan,” jelasnya.
Akibat semua itu lanjut Sujana, saat penentuan kuota atlet senior dan junior terjadi perdebatan dan mengarah ke voting. Pengprov Porlasi di sejumlah daerah lain jelas akan memainkan hal itu.
“Cari regenerasi atlet sulit di selancar angin dan butuh waktu lama untuk bisa menjadi atlet,” tandas Sujana. (ari/jon)








