Merasa Ditipu Zaenal Tayeb, Saksi Korban Ungkap Kerugian Rp 21 Miliar

0
188
Terdakwa Zaenal Tayeb usai menjalani persidangan di Kejari Badung.
Terdakwa Zaenal Tayeb usai menjalani persidangan di Kejari Badung.

DENPASAR – Setelah beberapa kali menunda hadir karena berada di luar negeri, Hedar Giacomo Boy Syam akhirnya memberikan keterangan pada sidang dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dengan terdakwa Zaenal Tayeb yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa 12 Oktober 2021.

Saksi korban Hedar maupun terdakwa sama-sama berada di Kejari badung, tapi ruangan terpisah. Sidang juga menghadirkan saksi Yuri Pranatomo.

Jalannya sidang sempat memanas karena Hedar dengan tim penasihat hukum terdakwa saling adu argumentasi. Lantaran sama-sama ngotot, hakim I Wayan Yasa beberapa kali memberikan peringatan kepada penasihat hukum Zaenal Tayeb. “Fokus ke persidangan, jangan debat kusir. Kita dengar dulu keterangan saksi, kalau sudah selesai menjawab, baru ditanya lagi,” pinta Hakim I Wayan Yasa.

Saksi korban membeberkan awal mula kejadian hingga mengalami kerugian Rp 21 miliar. Pada 25 September 2017, Hedar menemui terdakwa di rumahnya dan terjadi percakapan mengenai materi yang akan dituangkan dalam Akta Perjanjian Notaris.

BACA JUGA:   Pencuri Kucit Ditangkap, Ini Modus Pelaku Kelabui Korban

Dalam akta autentik, Zaenal Tayeb mengatakan memiliki tanah seluas 13.700 M2 terdiri dari 8 sertifikat. Harganya Rp 4,5 juta per meter persegi. Hedar pun membayar Rp 61,6 miliar menggunakan 11 cek. “Dalam kesepatakan itu juga disebutkan jika salah satu dari 11 cek saya itu ada yang tidak cair, maka seluruh uang yang sudah terbayar hangus dan seluruh objek tanah dan bangunan diatasnya dikembalikan ke terdakwa, ” bebernya.

Setelah dicek, ternyata dari 8 SHM (sertifikat hak milik) yang tertuang dalam akta No. 33, luasnya tidak sampai 13.700 M2. Saksi berkomunikasi dengan notaris dan disampaikan adanya kemungkinan sertifikat yang lupa dimasukkan karena pembuatan akta No. 33 hanya dilakukan dalam waktu 24 jam.”Notaris sempat minta maaf dan meminta waktu untuk dilakukan perbaikan,” bebernya.
,”katanya.

Lama tidak ada kabar dari notaris, Hedar melayangkan somasi ke terdakwa. Jawaban Zaenal Tayeb bahwa sertifikat yang lain bukan merupakan objek daripada akta. Saksi korban pun menganggap telah terjadi kelebihan pembayaran kemudian melakukan mediasi.¬†“Mediasinya hampir satu tahun, tapi tidak ada hasil. Mediasi yang kami maksud disini adalah menanyakan apakah ada objek lain ?. Apabila tidak ada, maka bisa uang saya dikembalikan, tapi tetap tidak mau juga sehingga saya membuat laporan ke polisi dan kasusnya sampai ke persidangan ini,” tandasnya.

BACA JUGA:   Walikota Denpasar Rai Dharma Wijaya Mantra Salah Satu Penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2021

JPU juga menanyakan bagaimana terdakwa menyakinkan kepada saksi bahwa SHM yang menjadi objek dalam akta nomor 33 luasnya adalah 13.700M2 ? Hedar mengatakan saat pertemuan, terdakwa mengatakan semua objek tanah di perumahan Ombak Luxury Resident dijual kepada saksi.

Ia juga menyampaikan sebelumhya tidak pernah tahu adanya draft pembuatan akta nomor 33 dan baru mengetahui semuanya dari penyidik Satreskrim Polres Badung.¬†Saksi juga mengaku tidak mengetahui draft itu dibuat saksi Yuri Pranatomo. “Kalau saya tahu yang buat draft adalah Yuri, maka saya takkan mau tandatangan,” tegasnya.

BACA JUGA:   Petapakan Ida Bhatara Ngider, Netralisir Kekuatan Negatif Pandemi, Harmoniskan Semesta

Sementara itu, saksi Yuri dalam keterangannya menyampaikan hanya diminta membuatkan draf perjanjian Akta No. 33. Selesai draf diketik, diserahkan pada notaris FX Harry Prastawa. Ia mengaku tidak mengetahui peristiwa seterusnya karena sudah tidak bekerja lagi di perusahaan.

Terkait luas tanah 13.700 meter persegi tersebut, Yuri menyebut merupakan turunan dari pemecahan 8 SHM atas hak Zaenal Tayeb di Cemagi. “Luas itu meliputi jalan perumahan, serta fasilitas umum, hanya belum dimasukkan lagi dalam akta,” katanya sembari menyebut telah meminta ukur ulang ke BPN, tapi tak dilakukan. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × three =