
BANGLI – Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan/Kabupaten Bangli, dibuka kembali mulai Kamis 9 September 2021. Di masa uji coba, pengelola mengenakan tiket masuk bagi wisatawan sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kabudayaan dan Pariwisata Bangli.
Ketua Pengeloa Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng mengatakan, setelah terbitnya SE Gubernur Bali Nomor 15 tahun 2021, prajuru melaksanakan rapat pada Rabu 8 September 2021. “Rapat dihadiri pengelola, bendesa adat dan Satgas Gotong Royong Desa Adat Penglipuran dan disepakati uji coba pembukaan DTW Penglipuran,”kata I Nengah Moneng.
Berbagai persiapan juga dilakukan seperti pembersihan serta menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh. Tidak ketinggalan melaksanakan ritual upacara sesuai dresta desa adat.”Kami sedang menyiapkan scan QR code dari aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk. Di masa uji coba ini, kami memberlakukan disiplin prokes secara ketat. Kami akan mengatur wisatawan yang datang termasuk berkunjung ke rumah-rumah penduduk,”ungkapnya,”ucapnya.
Desa Wisata Penglipuran sudah mendapat tiga sertifikat mulai dari CHSE Kementerian, verifikasi dinas, hingga sertifikat khusus dari desa wisata berkelanjutan.
Setelah menerima sertifikat, pengelola mendapat izin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk uji coba pada 17 Oktober sampai Desember 2020. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, hanya donasi dan pengawasan prokes tetap diperketat.
Pembukaan berlanjut hingga 1 Januari 2021. I Nengah Moneng menyebut saat itu rata-rata kunjungan 400 orang setiap hari dengan tiket masuk wisatawan asing dewasa Rp 50 ribu dan anak-anak Rp 30 ribu. Sedangkan WNI dewasa Rp 25 ribu dan anak-anak Rp 15 ribu. Namun, pada 3 Juli 2021, objek wisata kembali ditutup karena PPKM.
Selama tutup dua bulan, pengelola telah membuat dana cadangan sebesar Rp 300 juta sehingga tetap bisa membayar gaji karyawan yang bekerja. Moneng juga meyebut biaya operasional Desa Wisata Penglipuran Rp 50 juta selama sebulan. (dus,dum)








