
GIANYAR – Ketua LPD Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, I Ketut Doblet Antara (53) ditemukan tewas dengan kondisi menggantung dengan seutas tali di pondok tegalan, Senin 20 Agustus 2021 sekitar pukul 14.00 WITA.
Sesaat sebelum meninggal, pria asal Banjar Ked, Desa Taro itu mengirim pesan via WhatsApp ke anak perempuannya. “gst ayu rada, kak sing maan bin nepukin ayu kanggoang amone kak hidup. kak bingung ngalih jalan buntu pragat nenek ngomel mai pelih keme pelih. Nah amone kak mebesen jak ayu nah ayu ampurang kak yu, jani kak mepamit jak ayu ajak jero eka jak gst ngurah. kak ngidih pelih jak meme jak gede, nah gede suud mento minum jak ngeroko runguang meme, pak udah gagal menjalani hidup rahayu keluarga jak onyang tabah ngih. Di lpd bapak sing mutang ane 2jt Iwe Susan nganggo pisne pak ngelah pis sik men santi 500.000 ribu” tulisnya.
Kata-kata itu membuat anaknya yang sudah menikah dan tinggal di Denpasar khawatir. Ia langsung menghubungi keluarga dan tetangga supaya mengecek keberadaan ayahnya. Dicari-cari di sekitar rumah tidak ketemu, para saksi menuju sebuah pondok yang berjarak sekitar 500 meter. Mereka pun kaget melihat I Ketut Doblet dalam kondisi leher terjerat tali diikatkan pada kayu atap. “Saat diturunkan, korban masih bernafas. Kemungkinan meninggalnya saat perjalanan menuju rumah sakit,”ujar Kelian Dusun Banjar Ked, I Wayan Pasek Eka Wiratha saat dihubungi wartawan.
Belum diketahui motif Antara mengakhiri hidup. Pihak keluarga mengaku selama ini korban tidak pernah mengeluhkan masalah, baik dalam urusan rumah tangga maupun pekerjaan. “Paginya, dia masih sempat mebanten dan ngobrol,” ujarnya sembari menyebut jenazah Antara sudah dikubur.
Kapolsek Tegalalang AKP I Ketut Sudita membenarkan adanya kejadian tersebut. “Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri dan motifnya masih penyelidikan,”ujarnya. (jay)








