
DENPASAR – Empat pemanah putra dan putri Bali turun di seleksi nasional (seleknas) panahan senior yang digelar PB. Perpani di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, pada 28-29 Agustus secara offline.
Keempat pemanah ini bakal bertanding pada babak 16 besar setelah lolos mengikuti seleknas sebelumnya secara virtual pada Oktober 2020 silam. Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perpani Bali, Infithar Fajar Putri keempat pemanah itu di nomor compound terdiri Faithiya Kamila untuk putri dan tiga putra yakni Gusti Fazli Kertinegoro RM, Komang Gede Khrisnanda Putera dan Kadek Dian Vanagozi.
“Mereka dipanggil berdasarkan surat PB. Perpani nomor: 289/KU/PB.Perpani/VIII/2021. Dalam seleknas senior itu nanti bakal diambil 3 pemanah compound putra dan 3 pemanah compound putri. Saat ini masih ada dua pemanah compound penghuni Pelatnas terdiri 1 putra dan 1 putri,” kata Fajar Putra, Selasa 24 Agustus 2021.
Meski demikian satu pemanah putra dan putri pemanah pelatnas itu akan tetap ikut dalam seleknas offline nantinya. Hanya saja ada aturan jika ada skor sama maka berhak menang dilihat dari usai pemanah yang lebih muda.
“Termasuk jika atlet pelatnas tadi turun ada aturan jika atlet pelatnas skornya ketinggalan dari pemanah lainnya tidak lebih dari 5 poin maka pemanah pelatnas dianggap menang. Lebih dari itu dianggap kalah. Kuota untuk penghuni pelatnas nomor compound dari hasil pelatnas adalah masing-masing 4 putra dan 4 putri,” sebut Fajar Putra.
Seleknas dengan arah untuk pemanah SEA Games di Vietnam tahun 2021 ini, secara teknis menggunakan 2 sesi setiap harinya degan total tembakan 72 tembakan. Termasuk didalamnya ada 7 seri Olimpic Round 105 tembakan.
“Saat seleknas virtual 2020 lalu Bali yang ambil bagian total 6 pemanah terdiri masing-masing dua pemanah dari Denpasar, Badung dan Buleleng namun yang lolos 16 besar dan menuju seleknas offline di Jakarta hanya 4 pemanah saja terdiri 2 dari Denpasar dan 2 dari Badung,” tandas Fajar Putra. (ari)








