
DENPASAR – Tim aeromodeling PON Bali bertekad mencuri satu emas dari lima nomor yang diikuti pada PON Papua XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua, 2-15 Oktober 2021. Curian 1 emas itu dibidik pada nomor Free Flight OHLG.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pordirga Aeromodeling Bali, Sunarto Efendy, lima nomor yang dikuti yakni Free Flight OHLG, F1, F2H, F3 R INA dan F3 R FAE. Sedangkan untuk atlet yang lolos PON yakni Reza Milenia Eka Suci (putri) dari Badung dan atlet putra Dewa Ketut Suarnawa dari Buleleng.
“Kami memidik curian emas di nomor OHLG yang dimainkan Eka Suci karena ada potensi disana meski nantinya bakal dihadapkan pada rival berat dari provinsi lainnya. Eka Suci selain turun di nomor itu juga turun di nomor F1 dan F2H, sisanya dua nomor diikuti Dewa Ketut Suarnawa,” kata Sunarto, Kamis 19 Agustus 2021.
Meski demikian, di nomor lainnya lanjutnya, juga berpeluang meraih medali pasalnya dari sisi alat dan sarana semuanya sama.
“Kini tinggal mental atlet saja yang turut menjadi penentu, menjaga emosi, faktor cuaca dan keberuntungan. Makanya saya minta atlet utamanya untuk menjaga emosinya agar bisa mencuri emas,” tegas Sunarto.
Tak kalah pentingnya disebutkannya yakni soal taktik dan strategi dalam mengendalikan pesawat mini tanpa mesin itu.
“Taktik dan startegi itu sangat banyak dan turut menentukan. Misalnya saat angin keras, kecil, gerimis atau tidak hujan, itu disesuaikan dengan pesawatnya,” tambah Sunarto.
Karena itulah kini dirinya menyimpan pesawat yang mahal dan khusus untuk pertandingan dengan harga setidaknya Rp 1 juta. Sementara untuk latihan hanya dengan pesawat seharga Rp 100 ribu sampai 150 ribu saja.
“Untuk pesawat F1 yang kami simpan untuk pertandingan ada 3 unit, F2H 3 unit, F3R INA 2 unit dan F3 R FAI 2 unit,” tutupnya. (ari)








