
GIANYAR – Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali memberikan secercah harapan untuk masa depan Putu Edwin Candra Nata Septiawan. Bocah berusia empat tahun yang diasuh bibinya, Ni Wayan Emi (30) itu sudah memiliki orang tua asuh.
“Kami sudah bertemu dengan orang tua asuhnya dan menyatakan kesiapan membantu membiayai kebutuhan hidup termasuk pendidikan Putu Edwin,”ujar Komisioner KPPAD Bali Made Ariasa, Sabtu 31 Juli 2021.
Ia berharap dengan memiliki orang tua asuh, bocah beralamat di Banjar Peliatan, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, itu memiliki “kail” untuk masa depan. Menurutnya, seberapa pun sumbangan yang diberikan takkan cukup untuk kehidupan Edwin. “Tidak cukup hanya memberikan ikan (sumbangan) berapapun banyaknya, tapi akan lebih baik memberikan bekal kail agar Si Putu (sapaan Edwin) kelak bisa meraih masa depannya,” ujarnya.
Putu Edwin merupakan anak yatim. Ayahnya, I Kadek Sugiantara meninggal sekitar tahun 2019 dan ibunya menikah lagi. Selama ini, ia dirawat oleh bibinya, Ni Wayan Emi yang bekerja serabutan.
Edwin mendapatkan tanah warisan desa dan tiap bulan membayar iuran ke desa sebagai bentuk hak dan kewajiban. Karena masih bocah, Putu Edwin belum tedun ngayah. “Adanya orang tua asuh diharapkan agar Si Putu bisa tetap menjaga warisan orang tua maupun leluhurnya, termasuk meneruskan tanggung jawab menempati tanah ayahan desa,” jelas Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar ini.
Ariasa juga berharap adanya perhatian Majelis Adat Madya Kabupaten Gianyar mengingat Putu Edwin yang notabenenya masih anak-anak memikul beban tanggung jawab adat. “Saya juga berharap adanya pengembalian hak PKH warisan orang tuanya yang saat ini dipegang oleh kakak tirinya yang sudah tidak mengasuhnya lagi,” harapnya. (jay)








