
BULELENG – Trend peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 disikapi serius Pemkab Buleleng melalui Satgas- PP Covid-19. Selain percepatan vaksinasi dan pengetatan PPKM Darurat, Pemkab Buleleng juga melaksanakan isolasi terpusat terhadap warga terkonfirmasi dengan status Orang Tanpa Gejala atau Gejala Ringan (OTG-GR) dengan memanfaatkan Asrama Undiksha Singaraja dan meloby pengusaha hotel di Kabupaten Buleleng.
“Saat ini, kami maksimalkan pemanfaatan dua blok Asrama Undiksha Singaraja di Desa Jinengdalam untuk isolasi terpusat OTG-GR. Dan Bapak Bupati terus berupaya melakukan lobby dengan PHRI untuk pemanfaatan hotel sebagai tempat isolasi terpusat OTG-GR,” ungkap Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Kamis, 15 Juli 2021.
Suyasa menandaskan, sampai dengan Kamis, 15 Juli 2021, jumlah OTG-GR yang masuk Asrama Undiksha sebanyak 30 dari sekitar 652 kasus terkonfirmasi.
“Tim Medis Satgas-PP Covid-19 Buleleng dibantu aparat TNI/Polri terus berupaya melakukan pendekatan terhadap warga terkonfirmasi untuk mau menjalani isolasi terpusat pada tempat yang disediakan pemerintah,” terangnya.
Butuh upaya pendekatan yang tepat, agar OTG-GR mau melakukan isolasi terpusat di Asrama Unduksha yang memiliki kapasitas 190 bad (tempat tidur,red).
“Dari 190 bed yang tersedia pada Blok A dengan kapasitas 40 kamar (satu kamar dua bad,red) dan Blok B dengan kapasitas 45 kamar, dan hari ini baru 30 OTG-GR yang masuk asrama,” tandas Suyasa sembari berharap OTG-GR yang lainnya bersedia menjalani isolasi terpusat.
Dalam penanganan pasien terkonfirmasi, kata Suyasa, sangat dibutuhkan pemahaman dan kesadaran bersama semuan pihak, terutama warga terkonfirmasi dengan status OTG-GR terhadap pentingnya isolasi terpusat untuk dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Isolasi terpusat, percepatan vaksinasi dan PPKM Darurat harus dilakukan bersama, secara komperhensif dan masive, sebagai satu kesatuan pola penanganan Covid-19. Dan ini butuh dukungan semua pihak dan kesadaran bersama, sehingga kita semua bisa melewati masa pandemi ini,” tandasnya.
Suyasa menambahkan kesadaraan bersama menerapkan prokes dan mentaati PPKM Darurat sangat dibutuhkan. “Terutama dalam menghadapi tren peningkatan kasus konfirmasi hingga lebih dari dua digit, serta kasus meninggal dunia yang juga naik secara fluktuatif di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya.(kar)








