
BADUNG – Penanganan abrasi dengan metode geobag yang diterapkan di Pantai Nusa Dua atau tepatnya pada area Pantai Selagan Nusa, ternyata tidak bertahan lama. Beberapa titik geobag mulai rusak dan amblas.
Managing Director The Nusa Dua – ITDC IGN Ardita belum lama ini menyampaikan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk perencanaan penataan ulang. “Tidak semuanya. Ada yang tergerus, ada juga yang bertahan,” katanya.
Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai Bali Penida Made Denny Setya Wijaya mengaku sudah memberikan atensi dan sosialisasi guna mencegah miskomunikasi ketika konsultan turun melakukan pengukuran dan pengumpulan data.
“Kita sudah kontrak dengan konsultan. Selanjutnya akan dibuatkan kajian dengan menghitung penyebab dan solusinya seperti apa nantinya,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya sudah mempunyai konsep desain awal yang akan dipadukan dengan data yang terkumpul. “Desainnya masih belum. Baru konsep awal saja yang nantinya akan dikaji dengan data terkumpul, baik data soal arus, gelombang, ataupun kondisi angin,” sebutnya.
Karena masih dalam tahap pengumpulan data, Denny belum bisa bicara banyak tentang perkiraan kebutuhan biaya. Kendati demikian, ia menargetkan desain bisa rampung tahun ini. (adi)








