
Sebelum ikuti Rakerda, Kader PDIP jalani rapid tes antigen
DENPASAR – PDIP Bali menggelar Rapat Kerja (Rakerda) melibatkan 210 kader partai yang duduk di eksekutif dan di legislatif kabupaten kota sampai ke DPRRI. Rakerda yang berlangsung di Inna Grand Bali Beach dihadiri Wasekjen DPP PDIP Arif Wibowo, Mibggu (20/06/2021). Sebelum pelaksanaan Rakerja semua peserta melakukan Rapid Test Antigen dan bagi peserta yang dinyatakan positif tidak diperkenankan mengukiti rakerda. Rakerda yang digelar DPD PDIP Bali benar-benar ketat menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Ketua Panitia Rakerda PDIP Bali Dewa Made Mahayadnya Rakerda digelar untuk melakukan evaluasi satu tahun terakhir setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dewa Mahayadnya mengatakan, evaluasi terhadap kemenangan dan kekalahan yang terjadi. Seperti kekalahan di Jembrana. Sebelumnya PDIP menjadi penguasa selama dua periode dan pada Pilkada PDIP mengalami kekalahan.
“Kenapa kita kalah di Jembrana dan kenapa kita bisa menang di Karangasem, itu yang kita evaluasi,” ujarnya.
Khusus di Karangasem PDIP sebelumnya tidak menjadi penguasa dan saat Pilkada lalu bisa menumbangkan calon bupati incumbent. Hal ini tentu luar biasa kemenangan yang diraih PDIP di Karangasem.
Selain evaluasi Pilkada juga evaluasi program partai sesuai AD/ART partai. Evaluasi ini juga sebagai bagian dari kemajuan partai PDIP kedepan.
Dewa Mahayadnya menambahkan rekomendasi penting yang akan dibahas mengenai perhelatan Pilpres 2024. Semua DPC menyampaikan laporannya dan mengeluarkan rekomendasi. Hasil rekomendasi yang disampaikan akan diadopsi oleh DPD PDIP Bali dan akan menjadi keputusan Rakerda. Siapa yang akan direkomendasi apakah Mbak Puan atau siapa, saya belum tahu.
“Keputusan Rekomendasi nanti setelah Rakerda baru akan diumumkan,” pungkasnya. (arn)








