Khawatir Serbuan Produk Asing, Parta : UMKM Jangan Pakai Manajemen Dagang Sate

0
124
I Nyoman Parta (kiri) di acara sosialisasi Integrasi Ultra Mikro, Minggu 6 Juni 2021.

DENPASAR – Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta mengkhawatirkan serbuan produk asing akan menekan pelaku UMKM di tengah  penjualan digital yang mengglobal.

Menghadapi persaingan sistem penjualan online saat ini, Nyoman Parta menekankan pentingnya pelaku UMKM menguatkan managemen usaha. “Jangan manajemen dagang sate, campur aduk. Pelaku UMKM harus menata usahanya dengan baik, kemasan yang bagus, pelaporan keuangan yang akurat dan sebagainya,”ujar Parta saat menjadi pembicara sosialisasi Integrasi Ultra Mikro di Denpasar, Minggu 6 Juni 2021.

BACA JUGA:   Basket Denpasar Juga Berlabuh ke Inkamben

Apabila tidak siap bersaing, kata Parta, serbuan produk luar yang merajalela dikhawatirkan membuat pelaku UMKM kian tersisih. “Teman-teman pelaku UKM mikro agar menyatukan kekuatan, saling bahu membahu menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya dihadapan ratusan pelaku UMKM yang hadir.

Pejabat asal Gianyar itu menegaskan, sebagian besar masyarakat sekarang ini membuka usaha kecil-kecilan demi bertahan hidup akibat sektor pariwisata dihantam pandemi Covid-19 dan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan

BACA JUGA:   Diskes Target 300 Wartawan Tervaksinasi

, sehingga saat pandemi seperti sekarang ini dampaknya begitu keras terasa. Banyak yang harus kehilangan pekerjaan dan tak sedikit yang beralih membuka usaha kecil-kecilan untuk bertahan hidup. “Fenomena ini menjadi perhatian khusus sehingga UMKM, terlebih usaha ultra mikro menjadi prioritas,” tegasnya.

Integrasi dan kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem yang kuat dalam bidang ekonomi menjadi tujuan bersama. Karenanya, Nyoman Parta menggandeng narasumber dari PT Pegadaian, PNM (Permodalan Nasional Madani) serta salah satu bank BUMN untuk memberikan informasi penting terkait program dan integrasi yang akan dilakukan. Program Pembiayaan Ultra Mikro sendiri merupakan program pemerintah berbentuk pembiayaan usaha yang ditunjukan kepada masyarakat yang belum terjangkau fasilitas perbankan atau sejenisnya.

BACA JUGA:   Pemkot Denpasar Terima LHP Kinerja Penanganan Covid-19 dari BPK

“Saya sangat senang membantu promosi usaha yang dibuat teman-teman UMKM, seperti keripik, bolu, dan berbagai makanan lainnya. Saya kagum dengan semangat saudara-saudara kita yang bangkit meski terdampak pandemi,”ungkapnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here