
DENPASAR – KONI Bali kembali harus putar otak terkait dengan persiapan dan perhitungan selama para atlet PON Bali berlaga di PON XX/2021 di Papua pada 2-15 Oktober mendatang. Semuanya bakal dikaji dan dipikirkan secara keras agar semuanya berjalan lancar mulai keberangkatan atlet ke Papua sampai kembalinya atlet ke Bali.Hal itu diungkapkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi saat dikonfirmasi soal jadwal TC Sentralisasi dilakukan.
“Ya untuk TC Sentralisasi masih kami kaji dan kami perhitungkan lagi secara matang lagi. Pasalnya kami juga masih harus berpikir keras untuk segalanya selama di Papua terkait waktu dan biaya dengan kondisi anggaran yang terbatas,” tutur Ketut Suwandi, Rabu 2 Juni 2021.
Diakuinya, semuanya bakal dinamis untuk keputusan yang diambil. Dicontohkannya seperti aspek kelancaran di Papua seperti soal pesawat atau penerbangan yang bisa berubah, ada atau tidaknya penerbangan sesuai jadwal kembalinya kontingen Bali dari Papua ke Bali serta pembiayaannya.
“Kalau misalnya ada penerbangan menjadi kendala dan adanya keterlambatan pulang atlet dan pelatih sekitar 300 lebih orang ke Bali dari Papua kan membutuhkan biaya lebih banyak lagi. Apalagi yang menggunakan penerbangan seluruh kontingen di Indonesia. Jadi semuanya perlu kajian yang sangat dinamis dan pasti ada perubahan. Semua ini kan berbeda sekali jika PON digelar di daerah yang dekat dan aman seperti di provinsi seputaran Pulau Jawa atau Bali yang memang dari sisi penerbangan dan menginap tak ada kendala,” jelasnya.
Ditambahkan, jika ternyata kajian soal di Papua kebutuhan dananya lebih besar, maka di Bali bakal dikurangi. (ari)








