
KARANGASEM – Sejumlah warga Banjar Dinas Bukit Tengah, Desa Bukit, Karangasem, mendatangi Kantor PDAM pada Kamis 29 April 2021. Mereka mengeluhkan air yang sering tidak ngocor dalam beberapa bulan terakhir.
“Saya sudah 20 tahun berlangganan PDAM dan baru dalam beberapa bulan ini air sering mati, bahkan sampai lima hari. Kalaupun hidup biasanya tengah malam. Ada juga yang sampai berbulan-bulan airnya tidak mengalir,”kata Kadek Sudarma menyampaikan keluhan dihadapan Direktur PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi.
Ia menyampaikan, beberapa tahun lalu air PDAM mengalir sampai wilayah atas kemudian belakangan ini debit air menurun. “Kami tidak mengerti kenapa bisa seperti ini. Ada apa sebenarnya dengan sistem pengairan PDAM ini ?,”keluhnya.
Selain di wilayah Bukit, pelanggan di beberapa wilayah seperti Manggis, Seraya, Baturinggit, Kubu, Besakih dan Pura Andakasa, juga mengeluhkan kondisi yang sama.
Direktur PDAM I Gusti Made Singarsi menjelaskan, kurang optimalnya pasokan air ke wilayah Bukit karena adanya permintaan dari kawasan Penaban yang memerlukan pasokan air bersih untuk kegiatan apacara. Ia juga mengakui kurangnya kordinasi petugas di lapangan untuk sosialisasi terkait hal itu.
Singarsi mengaku selama ini sudah berusaha maksimal memberikan pelayanan kepada pelanggan. Kalaupun ada masyarakat butuh pasokan air, bisa bersurat ke kantor PDAM dan pihaknya siap menyalurkan air melalui mobil tanki. Selain itu, ia juga berharap dibentuk Pamsimas. “Jika memungkinkan di daerah sana ada potensi sumber air sebaiknya bentuk Pamsimas dan sumber air bisa dikelola oleh desa setempat untuk kebutuhan warga,”ujarnya.
Ia juga mengungkap fakta di beberapa daerah ada persoalan air PDAM tiba-tiba mati. Kondisi itu terjadi karena adanya oknum yang secara sengaja mematikan air. “Ini kebanyakan terjadi di kawasan yang menjual air melalui sumur bor. Ketika PDAM mati, mereka pun menjual airnya,”tegasnya. (ami)








