
KARANGASEM – SD Negeri 2 Ulakan di Kabupaten Karangasem terpaksa memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan sistem dua shift untuk 68 orang siswa. Sebab, kondisi atap di tiga ruang kelas rusak berat.
Menurut Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ulakan Ni Kadek Wisnayani, rusaknya plafon tiga ruang kelas diketahui awal April 2021 oleh beberapa guru yang melakukan pembersihan. “Awalnya, bagian plafon ruang kelas IV didapati di lantai. Setelah koordinasi ke dinas dan dilakukan pengecekan, ternyata plafon di dua ruang kelas lainnya juga nyaris jebol. Karena membahayakan, semua plafon akhirnya diturunkan,” kata Wisnayani pada Rabu 28 April 2021.
Tak hanya kerusakan pada plafon, kayu atap juga rapuh akibat dimakan rayap. Bahkan, beberapa genteng juga lepas. “Pelaksanaan PTM hanya memanfaatkan tiga ruang kelas,”ujarnya.
Karena rusak berat, pihak sekolah tidak bisa menganggarkan perbaikan dari dana BOS dan menunggu bantuan pemerintah. Wisnayani mengaku sudah melaporkan hal itu ke Pemkab Karangasem. “Kami berharap bisa secepatnya ada perbaikan,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, perbaikan ruang kelas rusak bisa dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) mengingat kondisi anggaran pemerintah daerah sebagian besar direfocusing untuk penanganan Covid-19.
“Tahun 2020 sebenarnya sudah ada rencana untuk dilakukan perbaikan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan. Namun, anggaran direfocusing untuk Covid-19 sehingga hanya beberapa sekolah saja yang diperbaiki dan itupun yang sifatnya darurat,”tegasnya. (ami)








