Konsolidasi, GIAN Bali Dorong Rumah Rehabilitasi Korban Narkoba

0
202


BULELENG – Setelah terbentuk sebulan lalu, Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Kabupaten Buleleng diharapkan dapat mulai eksis dalam melaksanakan tugas serta fungsinya. Selain menguatkan organisasi dan sumber daya manusia (SDM), GIAN Buleleng yang dinahkodai I Komang Arya Suardana juga diharapkan dapat bersinergi dengan institusi terkait baik Saresnarkoba Polres Buleleng maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Segera lakukan konsolidasi, lengkapi administrasi organisasi sehingga akhir Januari 2021 nanti, GIAN Kabupaten/Kota di Bali sudah bisa terbentuk dan eksis bersama memberantas narkoba,” tandas Sektretaris Pembina Dewan Pengurus Wilayah (DPW) GIAN Bali,Inocencio Arya Wahyudi Karditha, Minggu (13/12/2020) saat memberi pengarahan jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) GIAN Buleleng di Gria Celuk Buluh Kawasan Wisata Lovina.

Setelah konsolidasi, kata Wahyudi didampingi I Made Wirayadnya selaku Pembina DPW GIAN Bali dan Putu Bagiada selaku Dewan Penasehat DPD GIAN Buleleng, seluruh jajaran DPD GIAN Kabupaten/Kota di Bali akan diberikan pembekalan sehingga mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Seluruh jajaran GIAN Kabupaten/Kota di Bali akan diberikan pembekalan, sehingga tahu tupoksinya sesuai AD/ART organisasi,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Dewan Penasehat DPD GIAN Buleleng Putu Bagiada. Mantan Bupati Buleleng yang dipercaya Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) GIAN Guntur Eko Widodo sebagai Kordinator Wilayah Indonesia Tengah menegaskan, sesuai tupoksinya, seluruh jajaran GIAN diharapkan dapat bekerjasama dengan BNN maupun Satnarkoba Polres setempat dalam pencegahan, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Melalui kegiatan sosialisasi maupun penyuluhan kepada warga masyarakat,”tandasnya.

GIAN juga diharapkan dapat bekerjasama dengan lembaga atau organisasi kemasyarakatan lainnya, termasuk pasraman seperti Dharma Acarya dalam penanggulangan korban narkoba.

“Rumah rehabilitasi dibutuhkan dalam penyelamatan korban narkoba secara komperhensif. Selain pengobatan secara medis, korban narkoba juga butuh penyegaran rohani, serta peningkatan soft dan life skill, sehingga setelah rehabilitasi bisa bekerja,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here