
GIANYAR – Pelaku wisata di Kabupaten Gianyar hanya bisa pasrah menyusul adanya kebijakan pemerintah memangkas libur dan cuti bersama akhir tahun selama tiga hari dari 28-30 Desember 2020. Keputusan itu untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Semula, libur akhir tahun dijadwalkan dari 24 Desember-1 Januari 2021 dan kalangan pelaku wisata berharap long weekend bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. “Iya, mau bagaimana lagi. Kita harus menerima keputusan pemerintah,”ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Putrawan, Minggu (6/12/2020).
Dengan adanya kebijakan tersebut, kunjungan wisatawan lokal hanya bisa diharapkan saat weekend. Agung Putrawan menyebutkan, wisatawan lokal sudah mulai berdatangan. Sedangkan wisatawan asing hanya ada beberapa orang dan itupun yang telah lama tinggal di Ubud. “Sudah mulai ada kunjungan wisatawan lokal. Bisa dilihat di beberapa pusat oleh-oleh ada sejumlah bus mulai membawa wisatawan” ungkapnya.
Sementara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar Pande Mahayasa Adityawarman juga tidak bisa berbuat banyak dengan adanya pemangkasan libur bersama tersebut. “Kita maklumi juga. Pemerintah pasti telah memiliki perhitungan karena Covid-19 makin tinggi seperti data-data yang disampaikan. Pasti sudah ada perhitungan antara kesehatan dan ekonomi masyarakat bagaimana menyeimbangkan” ujarnya.
Kendati demikian, ia tetap optimis ada peningkatan kunjungan wisatawan domestik mengingat pekerja kantoran masih bisa work from home (WFH). “Kami harap teman-teman dari luar yang WFH bisa bekerja sambil liburan di Bali,”harapnya. (jay)








