Netralisir Pandemi Covid-19, Warga Tampaksiring Gelar Caru Ruwat Bumi

0
64
Ida Bagus Made Bhaskara penggagas upacara Caru Ruwat Bumi.

GIANYAR – Menetralisir pandemi Covid-19 secara niskala, warga Tampaksiring, Gianyar, menggelar upacara Caru Ruwat Bumi Nangluk Merana Agung yang  dipusatkan di Bencingah Puri Agung Tampaksiring, Rabu (25/11/2020). Prosesi  tersebut akan diisi pementasan pragmen sakral sesolahan barong rangda,  wayang sudamala, topeng sidakarya, pusaka gong beri, genta kebo gladag, dan tarian sang hyang jaran.

Ida Bagus Made Bhaskara selaku penggagas kegiatan mengatakan, upacara Caru Ruwat Bumi bertujuan menyeimbangkan alam semesta sekaligus penetralisir penyakit termasuk mengatasi pandemi Covid-19. “Ini tidak hanya untuk Bali tapi semua negara,”ujarnya

Ia menjelaskan, dalam lontar tua penurgan dalem tungkup disebutkan pada masa pandemi wajib melakukan upacara penolak bala (wabah) atau penangluk merana yang dilakukan di dua titik, satu di perempatan agung atau catus pata dan  kedua  di wates (perbatasan) desa. “Perempatan agung simbol semesta. Catus pata berdampingan dengan puri dalam sistem kosmologi. Puri istananya Dewa, perempatan pasar, simbol alam semesta. Jadi dalam kosmologi, perempatan simbol alam karena yadnya diperuntukkan bagi alam semesta keseluruhan,” jelas pria yang tengah menyelesaikan program Doktor di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) ini.

Ia juga menjelaskan, sasih kanem atau keenam pada 25 November, muncul berbagai kekuatan negatif termasuk pengaruh buruk musim virus penyakit.  “Rujukan teks Siwa Gama, Kala Maya Tatwa, Penurgan Dalem Tungkup, Babad I Gde Mecaling disebutkan pada sasih kanem muncul berbagai kekuatan negatif, baik bhuta kala termasuk gering, sabsab, merana,” paparnya.

Upacara tersebut digelar dari pukul 16.00 WITA- pukul 18.00 WITA. Selama kegiatan, arus lalu lintas dialihkan. Upacara ini merupakan sinergitas antara pasraman, desa dinas dan Desa Adat Tampaksiring. (jay,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here