Giliran Pihak SGB Datangi PWI

0
51

DENPASAR – Setelah kedatangan warga yang terganbung dalam Forum Korban SGB ke PWI Bali, Sabtu (29/8/2020), giliran perwakilan PT SGB wilayah Bali mendatngai PWI Bali, Senin (31/8/2020). Kedatanga pihak SGB diterima langsung oleh Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra bersama Wakil Sekretrasi I Ketut Joni Suwirya dan Ketua Siwo Joko Purnomo. Dari pihsk SGB Bali hadir langsung pimpinan SGB Bali Peter Christian Susanto didampingi humas Yesi.

Ketua PWI Bali Dwikora Putra pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa PWI bersikap netral dalam persoalan ini dan tidak masuk pada substansi persoalan yang ada. Pihaknya menerima siapa saja yang datang ke PWI. Terkait pemberitaan semuanya diserahkan kepada masing-masing media sesuai dengan fakta yang ada. “Kami di PWI sebagai lembaga profesi menerima siapa saja yang datang tentu dengan maksud baik, soal pemberitaan semuanya tergantung masing-masing media untuk memuat atau tidak berdasarkan fakta yang ada,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Peter menjelaskan, dirinya ditunjuk menggenatikan manajemen yang lama yang sudah ditarik ke pusat. Dirinya hadir melanjutkan PT SGB di Bali sekaligus menyelesaikan persoalan yang ada saat ini. Kemudian Peter menjelaskan tentang SOP perekrutan nasabah SGB melalaui mitra kerjanya di lapangan. Ditegaskan, PT SGB merupakan perusahaan jasa dalam bursa komoditas berjangka di Jakarta. Uang nasabah tidak ada di PT SGB, hanya saja PT SGB mendapatkan fee setiap transksi yang dilakukan nasabah. Peter menegaskan uang nasabah tidak masuk ke PT SGB tetapi ke reming semacam virtual account. Ketika uang tersebut sudah masuk, pihaknya mengklarifikasi kepada nasabah termasuk juga perjanjian dilakukan secara online dan pihak nasabah menyetujui. Setelah hal tersebut disetujui, barulah nasabah mendapatkan user id dan password untuk bisa bertransaksi di bursa komoditas berjangka. Namun Peter menyebutkan, biasanya nasabah menyerahkan user id dan password kepada siapa saja untuk meminta melakukan transaksi. “Namanya trankasi bisa untung bisa rugi,” jelasnya.

Kemudian Peter juga menegaskan bahwa uang nasabah tidak ada di PT SGB. Sehingga ketika dituntut untuk mengembalikan uang nasabah, tidak mungkin dilakukan. Namun demikian, pihaknya memiliki niat baik mengembalikan uang nasabah, namun tidak semuanya tetapi dari fee transaksi yang telah dilakukan. Ketika nasabah keberatan, pihaknya mempersilakan untuk mengajukan tuntutan ke pengadilan. Namun untuk yang merasa dirugikan oleh oknum dipersilakan melaporkan ke pihak yang berwajib.

PT SGB Bali melalui penasehat hukumnya juga mengirim rilis yang intinya menyampaikan beberapa point . Di antaranya menyesalkan adanya demonstrasi dilakukan orang-orang yang mengatasnamakan Forum Korban SGB. “Bahwa sebagaimana sikap dan tanggapan kami sebelumnya, bahwa penyelesaian perselisihan yang terjadi dalam bidang Perdagangan Berjangka Komoditi harus berjalan sesuai dengan yang tercatat di dalam dokumen perjanjian dan UU Perdagangan Berjangka Komoditi. Sebagaimana yang telah kami sampaikan juga, bahwa pengaduan hanya bisa dilakukan oleh nasabah dan tidak bisa diwakili oleh forum atau lembaga apapun. Karena setiap pengaduan, memiliki kronologi dan dugaan nilai kerugian yang berbeda-beda”.

Jumat, 24 Juli 2020, pihak SGB menyatakan sudah melayangkan surat kepada I Nyoman Agung Sariawan, SH (kuasa hukum nasabah) pada dasarnya bahwa selaku pihak perusahaan pialang berjangka tidak pernah berselisih dengan para nasabah dan kepastian hukum dapat ditegaskan bahwa negara telah mengatur kepastian hukum dengan menyediakan sarananya melalui Lembaga Peradilan. Bahwa hal tersebut juga diatur dalam perjanjian yang telah disepakati, dan selaku warga negara yang berbentuk perusahaan juga berhak mendapat kepastian hukum di bidang perdagangan berjangka, sebagaimana amanat UU Nomor 32/ 1997 Jo UU Nomor 10/ 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dalam pasal 61 yang berbunyi: “Tanpa mengurangi hak Para Pihak untuk menyelesaikan perselisihan perdata yang berkaitan dengan Perdagangan Berjangka di pengadilan atau melalui arbitrase…”.

SGB Bali, tulisnya, pada dasarnya tidak pernah berselisih dengan nasabah. Karena yang melakukan tuntutan selama ini adalah sebuah forum yang mengatasnamakan nasabah SGB. SGB Bali juga menanti kepastian hukum dari pihak Forum Korban SGB agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. “Segala upaya telah kami utarakan, namun sampai sekarang tanggapan orang yang mengatasnamakan forum mereka masih dalam koridor yang sama, hanya demonstrasi tuntutan pengembalian dana,” paparnya. Ditambajkan, dugaan kerugian yang dialami pemilik akun (nasabah) karena transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi bersifat High Risk, High Return. Dimana risiko tersebut telah kami sampaikan secara terbuka di dalam website resmi SGB: www.sg-berjangka.com. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here