
DENPASAR – Delapan cabang olahraga (cabor) baru yang diusulkan akhirnya direstui KONI Pusat menjadi cabor prestasi dan menjadi anggota KONI. KONI Bali sendiri kini hanya tinggal empat cabor saja yang belum memiliki kepengurusan dan sudah masuk anggota. Sedangkan empat cabor lagi masih ditunggu sampai ada pihak yang siap mengelola empat cabor tersebut.
Diputuskan delapan cabor baru masuk anggota KONI tersebut terungkap dalam rapat pleno Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat dengan KONI provinsi seluruh Indonesia secara virtual pada hari terakhir, Kamis (27/8/2020).
Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, delapan cabor itu yakni Indonesia Beladiri Amatir (IBA), Esport Seluruh Indonesia (ESI), Persatuan Binaraga Indonesia (PBFI), Persatuan Angkat Besi Indonesia (PABSI), Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), Modern Penthatlon Indonesia (MPI), Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) dan Federasi Ice Skating Indonesia (FISI).
“Kalau di Bali dari delapan cabor baru tersebut sudah ada empat pengurusnya yakni Pengprov ESI Bali, Pengprov PBFI, Pengprov PABSI dan Pengprov Pabersi. Tinggal empat pengprov saja yang belum ada pengprovnya. Ya ini tinggal ada yang mau tidak mengelola cabor baru tersebut,” ungkap Suwandi.
Diakuinya, kenapa selalu ada penambahan cabor baru masuk anggota KONI meski di daerah belum ada pengurusnya, tidak lain karena ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang penting. Contohnya di Bali aturan berpedoman AD/ART dan untuk menjadi cabor dibawah KONI Bali harus ada 50 persen + 1 untuk kepengurusan baik di level nasional maupun di provinsi sampai kabupaten dan kota.
“Tetapi kalau cabor itu belum mencukupi persyaratan itu untuk kepengurusnnya namun sudah mengharuman nama bangsa seperti di Bali ada skateboard harus kita bina. Kalau mereka tidak menjadi anggota kan tidak bisa kita bina ini. Jadi ada kebijakan-keijakan ke depan yang diambil oleh KONI dengan pertimbangan persyaratan tertentu,” pungkas Suwandi. (ari)








