
BULELENG – Sebanyak 45 pasien yang sempat dirawat kalau tidak mau disebut isolasi pada sejumlah RSU Rujukan Covid-19 di Kabupaten Buleleng, dimakamkan dengan protokol tetap (protap) pemulasaran Covid-19. Dari 45 pasien tersebut, 4 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia akibat terinveksi Covid-19, sementara yang lainnya dinyatakan Probable atau meninggal dunia sebelum hasil swab keluar.
Sementara dari data terkini yang dipublis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Kamis (27/8/2020) terdapat penambahan jumlah kasus konfirmasi sebanyak 6 orang, meninggal dunia 1 orang, dan pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan diagnose dokter penanggungjawab pasien (DPJP) sebanyak 22 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng yang juga Sekretaris GTPP Covid-19, Gede Suyasa tidak menampik hal tersebut.”Kami menetapkan status kematian pasien Covid-19 berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Provinsi. Dari awal, dari kasus unggahan dulu, ada yang suspek, ada yang probable ada yang ter konfirmasi,” jelasnya.
Ini ditentukan oleh hasil diagnosa klinis dari dokter penanggungjawab pasien.”Kalau probable, berbahaya berpeluang menular maka dilakukan pemulasaran secara protokol covid. Ada juga yang ter balik, ada jenasah yang sudah dinyatakan negatif namun keluarga tidak mau ambil sehingga Tim BPBD yang menguburkan dengan APD,” tandas Suyasa seraya menyebutkan memang ada komunikasi dan pemahaman yang belum sama.
Terkait penambahan pasien konfirmasi dan sembuh, Suyasa memaparkan berdasarkan laporan dari Tim Medis GTPP Covid-19, penambahan 6 kasus terkonfirmasi berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak 4 orang dan Kecamatan Sukasada sebanyak 2 orang.”Kasus konfirmasi tersebut merupakan hasil tracing pasien konfirmasi sebelumnya, saat ini mereka menjalani isolasi,” jelasnya.
Pasien sembuh atau sudah tidak menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19 sebanyak 22 orang, dari Kecamatan Buleleng 13 orang, Sawan 4 orang, Sukasada 3 orang dan Kecamatan Banjar 2 orang.”Jumlah kasus meninggal tambah 1 dari Kecamatan Sukasada sehingga menjadi 4 orang, sementara probable atau meninggal dunia sebelum hasil swab keluar tetap 14 orang,” urainya. (kar)








