
TABANAN – Perupa I Nyoman Aptika yang hadir dengan karya-karya barunya mewarnai khasanah seni rupa Bali. Dalam pameran solo yang digelar selama sebulan mulai 15 Agustus 2020 di Galery Tanteri, Banjar Pasti, Pandak, Tabanan, ia menghadirkan 22 karya.
Pameran yang dirangkai dalam tema “Tumbuh” itu menyajikan jejak rekam, harapan yang diwujudkan dalam visual seni garis dan warna yang sarat makna. ” Ada 22 karya yang saya buat selama proses kurun waktu dua tahun ini, ” ucap pria kelahiran Tabanan, 26 April 1969 ini.
Karya- karya Astika juga sebelumnya juga aktif mengisi kegiatan pameran di sejumlah galery di Bali. ” Tiga pameran terakhir saya ikut 2018. Pameran bersama Kelompok Bening, Ubud, 2019, pameran water holli(c) Lv8 Resort Canggu Bali, pameran Nirmaya Rupa Lv8 resort Canggu, Sustainbility spirit of art in Bali Bentara Budaya Bali 2020, pameran ngawiwit museum subak Tabanan dan 2020 Pameran virtual jejak garis. Maha Rupa Batu Karu Grup,” kata Aptika.

Sementara itu, Syarif Hidayatullah selaku penulis menyatakan, dalam pameran tunggal I Nyoman Aptika kita bisa menyaksikan sekaligus merasakan bagaimana ia menghadirkan kembali hal-hal yang pernah dekat dengan nya yang pernah sangat ia nikmati di masa muda bersama teman-temannya. ” Kesan ldan merasakan semua karya dalam pameran tunggal ini warna yang di hadirkan begitu fleksibel. Kesadaran emosional ini lah yang membuat I Nyoman Aptika tumbuh menjadi pribadi yang baru yang lebih bersemangat,” tulis Syarif.
Ia merangkai kisahnya sendiri dalam sebuah kanvas yang telah diberi judul seperti lukisan “luas tak terbatas”. Pada lukisan ini tampak jelas bahwa ia ingin menyampaikan pesan tentang sebuah harapan dan cara pandang dalam hidupnya meski ada beberapa bagian garis dan warna yang sengaja dibiarkan menjadi misteri. Hal yang berbeda tampak dari lukisannya yang berjudul “perjalanan merah”. Secara psikis, Nyoman Aptika telah mengeluarkan yang dirasakan dalam ID (alam bawah sadarnya). Hal ini bisa berupa kegelisahan,cemas atau hal-hal yang mengganggu secara psikologis sehingga warna merah yang yang hadir bukan dengan sengaja. Pasti seorang pelukis punya sisi romantis seperti warna-warna yang di hadirkan dalam lukisannya yang ia beri judul “jejak pagi”.(sur)








