Catur Brahmana Siwa-Budha Gelar Upacara Homa Pengenduh Jagat

0
179
PETUNJUK NISKALA : Uacara Homa Pengenduh Jagat di Pesraman Taman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, Gianyar.

GIANYAR – Bertepatan dengan Banyupinaruh, Minggu (6/7/2020), Catur Brahmana Siwa dan Bhuda menggelar upacara Homa Pengenduh Jagat di Pesraman Taman Prakerti Bhuana, Kelurahan Beng, Gianyar.

Upacara mengambil tingkat pedudusan alit, tawur dan menawa ratna itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan diawasi Satgas Gotong Royong Desa Adat Beng. Pengayah yang dilibatkan tidak lebih dari 25 orang.

Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dari Griya Prapitamaha Manuaba Siangan mengatakan, secara historis upacara ini belum pernah dilakukan. Namun berdasarkan literatur sastra, upacara ini memang dibenarkan untuk dilakukan ketika bumi mengalami sasab merana dan gering tetumpur. Yuridis formal yang mendukung upacara ini, di antaranya, lontar Roga Senggara Gumi dan Widhi Sastra saking Niti Dhang Hyang Dwijendra. “Dharmaning agama dan dharmaning negara harus seimbang. Dharmaning agama, sulinggih melakukan pemujaan pada Ida Sang Hyang Widhi supaya virus ini kembali ke alamnya dan tidak mengganggu ketentraman umat manusia. Sementara dharmaning negara, sulinggih berharap pemerintah terus mengoptimalkan pencegahan dan merawat yang sakit, dan berusaha supaya sembuh,” ujarnnya.

Ida Pedanda juga meminta supaya masyarakat mengikuti semua protokol kesehatan, dan rajin bersembahyang agar situasi cepat pulih. Dan, yang terpenting adalah kedisiplinan masyarakat. “Bagaimanapun pemerintah bekerja keras dan bagaimanapun rajin melakukan pemujaan, jika masyarakat tidak ikut bekerjasama untuk memutus rantai Covid-19, maka proses menghilangkan virus ini tidak bisa cepat,”ungkapnya.

Sementara, Ida Bagus Mangku Adi Suparta selaku pawartaka atau panitia mengatakan,  upacara ini hadir dari sebuah petunjuk niskala yang diterimanya saat melakukan persembahyangan. Di awal pandemi Covid-19, ia mengaku selalu meminta petunjuk Ida Bhatara untuk mengatasi kondisi ini hingga petunjuk niskala muncul pada Maret tapi  masih samar-samar. Pada Mei, petunjuk semakin jelas yaitu agar digelar upacara Homa Pengenduh Jagat. “Semoga dengan digelarnya upacara Homa Pengenduh Jagat ini, dunia kembali normal, masyarakat harmonis,” harapnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here