
BADUNG – Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali melaksanakan aksi damai di halaman Kantor PT Angkasa Pura Supports Bali, Kamis (4/7/2024). Namun sayang, ketika itu tidak ada direksi yang dapat ditemui untuk diajak bernegosiasi.
Untuk diketahui, setidaknya ada seratusan orang yang terlibat dalam aksi damai tersebut. Sekitar pukul 09.30 Wita, dengan berbekal sejumlah atribut penyampaian aspirasi, massa brgerak berjalan kaki dari area parkir sebelah timur Pia Legong menuju Kantor PT Angkasa Pura Supports Bali.
Petugas keamanan dari berbagai pihak tampak bersiaga guna melancarkan dan mengamankan pelaksanaan aksi tersebut. Baik itu dari TNI dan Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, maupun pecalang Desa Adat Tuban.
Setibanya di halaman kantor, pentolan-pentolan aksi mulai melakukan orasi. Mereka menyatakan mendukung langkah merger perusahaan, namun menolak dampak yang berupa perubahan status para pekerja dari Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau permanen, menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak.
Lebih dari dua jam melakukan aksi, sejumlah pentolan aksi kemudian melakukan pertemuan dengan beberapa perwakilan direksi. Hasilnya, diperoleh sejumlah kesimpulan tertulis.
Pertama, pada dasarnya mendukung perusahaan dalam melakukan merger. Kedua, SPM meminta agar status karyawan PKWTT tidak berubah menjadi PKWT. Ketiga, meminta agar dalam waktu tiga hari ke depan pihak direksi hadir untuk menemui SPM. Keempat, bilamana dalam waktu tiga hari ke depan belum ada kepastian dari pihak direksi, maka SPM akan melakukan orasi kembali pada Senin (8/7/2024). Kelima, jika dalam waktu dekat direksi berkenan bertemu dengan pihak SPM, maka pihak SPM tidak akan meminta bantuan dari pihak lain seperti DPR maupun Gubernur Bali.
“Tanggapan dari perwakilan direksi, pihak Angkasa Pura Supports menerima aspirasi dan selanjutnya akan disampaikan kepada direksi,” ungkap Kordinator Aksi, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana membacakan hasil tertulis dari pertemuan dengan perwakilan direksi, yang lengkap dibubuhi foto pertemuan dan tandatangan.
“Mudah-mudahan empat poin yang kita sampaikan tadi dapat segera ditindaklanjuti, sehingga ke depannya kita bisa menjaga situasi Bali tetap kondusif, aman, dan damai,” harapnya.
Ditanya soal rencana mogok kerja yang sempat diteriakkan oleh para peserta aksi, Budi Darsana menyebut masih melihat perkembangan ke depan. Dia berharap hal itu tidak sampai terjadi karena pihak direksi berkenan membatalkan rencana perubahan status para pekerja.
Seperti diwartakan sebelumnya, Budi Darsana menjelaskan bahwa aksi damai tersebut merupakan reaksi pekerja terhadap rencana perubahan status dari permanen ke kontrak pasca mergernya perusahan. Hal tersebut dipandang sangat merugikan, sehingga para pekerja menuntut keadilan. (adi)








