
BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), telah menyusun strategi terkait rencana penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung berkenaan hajatan international World Water Forum (WWF) 2024 di pertengahan Mei mendatang. Demikian seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gede Dalem, Rabu (1/5/2024). “Kami di Badung tentu mensupport. Karena ini adalah acara untuk Bali,” sebutnya.
Sebagai bentuk kesiapan, Badung kini sedang dalam upaya mengosongkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwitani dari tumpukan sampah. Tujuannya adalah agar kondisinya lebih leluasa untuk menerima sampah yang masuk dalam rentang penutupan TPA Suwung nanti. Hal serupa pun diharapkan bisa dilakukan oleh TPS3R yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Yakni sebagai tempat penampungan sementara, sebelum nantinya dibawa ke TPA Suwung hingga WWF usai.
“Kami sudah informasikan ini ke TPS3R. Yang mana pada masa puncak acara WWF, tidak boleh ada truk masuk ke TPA Suwung. Jadi silahkan komunikasikan dengan rekan-rekan lainnya, kaitan dengan lokasi penitipan sementara,” ungkapnya.
Selama ini, sambung dia, Badung rata-rata membawa sampah ke TPA Suwung sebesar 250 ton/hari. Sehingga jika penutupan dilaksanakan selama 2 hari, maka ada sekitar 500 ton sampah yang perlu dititip sementara pada lahan-lahan yang memungkinkan.
“Tapi itu jika penutupan dilakukan selama 2 hari. Jika lebih, maka tentu sampah yang harus dititipkan akan lebih besar. Jadi harapan kita, kalau misalnya pembuangan bisa dilakukan pada malam harinya, tentu akan sangat membantu,” ungkapnya sembari mengungkapkan bahwa pola penanganan masih terus akan dimatangkan, paling tidak dalam kurun waktu sepekan ke depan.
“Tapi khususnya kami di Badung, itu sudah dari kemarin kami gotong-royongkan supaya tidak ada yang tertunda. Sehingga kini PDU bisa dibilang kosong dan siap menampung titipan pada masa penutupan TPA nanti,” sambungnya. (adi,dha)








