
DENPASAR – Bali akan menjadi tempat pengambilan gambar olahraga pencak silat untuk dipromosikan ke dua negara yakni Kazakhstan dan Tajikistan.
Hal itu akan dilakukan Kedubes Kazakhstan dengan melibatkan 7 orang langsung dari negaranya terdiri dari jurnalis dan produser film.
“Lokasinya akan diambil di Bajra Sandi Renon dan akan melibatkan Pengprov IPSI Bali. Nanti gambar pencak silat tersebut akan diputar di Kazakhstan dan Tajikistan dan akan dipromosikan. Ini bagus untuk promosi Bali pastinya,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov IPSI Bali, Nyoman Yamadhiputra di KONI Bali, Senin (4/3/2024).
Tujuannya lanjut pria yang juga Sekum KONI Bali itu, semua hal tersebut dilakukan dalam rangka melestarikan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sebagai milik Indonesia.
“Pastinya itu akan melibatkan IPSI Bali, dan kami akan menyiapkan pesilat-pesilat yang bersumber dari perguruan silat dibawah IPSI Bali. Termasuk 11 pesilat yang merupakan atlet silat PON Bali. Semua pesilat itu kategori seni,” tambah Yamadhiputra.
Lantas sejauh mana perkembangan pencak silat di Kazakhstan ? Yamadhiputra mengakui jika pencak silat di negara tersebut sudah ada, hanya prestasinya masih belum mengkilap. Meski demikian pada Kejuaraan Dunia pencak silat sebelumnya, Kazakhstan sudah memiliki pesilat yang ambil bagian.
“Bali kan diproyeksikan akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Pencak Silat dan kami harap kembali Kazakhstan dan Tajikistan bisa mengirimkan para pesilatnya. Pencak silat di Kazakhstan menjadi ajang komunikasi dan terus dikembangkan,” tegas Yamadhiputra.
Dengan semua itu, dirinya akan berupaya untuk memberikan kesiapan pesilat yang diharapkan dan dibutuhkan Kedubes Kazakhstan.
“Semua ini akan bagus dan Bali akan kian terkenal dan tersohor di Kazakhstan dan Tajikistan. Termasuk pencak silat pastinya juga akan kian popular di negara-negara dunia,” pungkas Yamadhiputra. (ari/jon)








