
MANGUPURA – Menjelang Hari Raya Galungan, Ketua DPD Golkar Badung I Wayan Suyasa kembali membagikan daging babi kepada konstituennya, Minggu (25/2/2024). Pada Galungan kali ini Suyasa mengaku membagikan sebanyak 15 ton daging babi, naik sebanyak 3 ton dari Galungan sebelumnya.
Daging babi yang berikan berupa babi utuh dalam keadaan masih hidup, diserahkan kepada pengurus partai hingga tingkat desa. Pembagian daging babi yang rutin dilaksanakan setiap enam bulan ini, menurut Suyasa sebagai ucapan terima kasih kepada kader dan simpatisan yang telah ikut bersama-sama berjuang membesarkan partai.
Pihaknya selaku Ketua DPD Partai Golkar Badung tidak memungkiri memiliki kemampuan yang terbatas. Walaupun tidak sempurna, namun ia mengakui pembagian daging babi ini untuk membantu masyarakat dalam perayaan hari raya.
“Kami tidak bisa memuaskan semua pihak, kami sisihkan pendapatan kami untuk berbagi. Sekarang kami tingkatkan, dari sebelumnya 12 ton sekarang 15 ton,” katanya. Dia mengapresiasi jalannya Pemilu 2024, lantaran masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh kegembiraan. Sehingga ia mengapresiasi KPU, Bawaslu, TNI, dan Polri.
“Terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Badung, Partai Golkar telah diberikan kepercayaan untuk meningkatkan jumlah kursi di DPRD Badung periode 2024-2029,” ucapnya. Perolehan jumlah kursi ini pun menjadi 24 persen dari 45 kursi. Sebelumnya Partai Golkar memiliki 7 kursi kini menjadi 11 kursi.
Dirinya pun menegaskan kesiapannya ikut bertarung pada pilkada Badung November 2024. “Saya harus jaga amanat dan suara masyarakat yang sudah mencapai 24%, untuk ikut berkompetisi secara sehat pada pilkada Badung 2024,” tegasnya.
Yang menarik, Suyasa berjanji jika diberikan kepercayaan memimpin Badung, pihaknya berjanji akan membagikan daging babi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung dengan basis KK. “Jika kami diberikan kepercayaan, seluruh masyarakat Badung, krama melalui KK. Kami berikan kompensasi (daging babi) pada hari penampahan Galungan. Kepada semua masyarakat Badung, tidak memandang dari partai apa, karena semua adalah masyarakat Badung,” ucapnya. Kebijakan itu nantinya, kata Suyasa selain menghormati umat Hindu, juga membangun rasa kebersamaan dan gotong-royong pada masing-masing banjar. (lit,dha)








