
KLUNGKUNG – BPBD Provinsi Bali minta masyarakat mewaspadai potensi banjir bandang akibat curah hujan yang semakin meningkat belakangan ini. Nusa Penida sebagai salah satu daerah berpotensi terjadi banjir bandang mulai siaga.
Upaya-upaya mengantisipasi banjir bandang seperti pernah terjadi tahun 2021 mulai dilakukan. Mulai dari penanganan sampah, imbauan agar tidak ada pembabatan pohon perindang hingga pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.
Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma dikonfirmasi, Rabu (6/12/2023) menyampaikan, dirinya terus berkoordinasi dengan para perbekel dan mengajak perbekel untuk memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing terutama menyangkut penanganan sampah. Yoga Kusuma meminta perbekel agar meneruskan ke warganya, tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke got atau sungai.
Menurut Yoga Kusuma, membuang sampah sembarangan bisa menyumbat saluran irigasi dan berpotensi besar terjadi banjir ketika hujan deras. Meskipun Nusa Penida sebagian besar daerahnya berbukit, namun mengingat pengalaman banjir bandang yang pernah terjadi pada Desember 2021, dirinya melihat Nusa Penida tetap menjadi daerah rawan terjadi banjir bandang.
Terlebih aktivitas pariwisata di daerah kepulauan ini makin meningkat juga berpengaruh terhadap situasi lingkungan setempat.
“Kami berkoordinasi dengan para perbekel, mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menghambat saluran irigasi. Beberapa saluran air yang rusak akibat banjir terakhir juga sudah diperbaiki khususnya di wilayah Desa Ped dan Kutampi Kaler,”terang Yoga Kusuma, Rabu (6/12/2023).
Bahkan kata dia, dari Dinas PU sudah melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan seperti sungai di sebelah barat Pura Ped. Selain di keruk juga dilakukan pembangunan jembatan.
“Penting untuk menjaga sungai dan selokan agar tetap bersih dan agar mampu menampung debit air tinggi ketika musim hujan,” ujar Yoga Kusuma.
Nusa Penida pernah diterjang banjir bandang pada Senin 13 Desember 2021 dini hari sekitar pukul 02.00 wita. Ketika itu ketinggian air mencapai 1,5 meter menerjang lima desa, tiga desa yakni Desa Suana, Kutampi dan Desa Ped yang paling parah terdampak banjir.
Banyak fasilitas umum terendam lumpur, rumah warga juga tidak luput dari lumpur. Beberapa rumah warga dan restoran serta villa jebol diterjang banjir. Mobil dan motor ikut terseret banjir. Jalan-jalan utama di Desa Ped putus tergerus banjir. (yan)








