
TABANAN – Akibat kebakaran sampah di TPA Mandung, warga sekitar terutama di perumahan yang tepat di Selatan TPA merasakan dampaknya. Salah satu warga yang memiliki anak kecil terpaksa harus mengungsi sementara ke keluarga karena asap sempat pekat. Namun demikian warga lain yang tidak memiliki anak kecil tetap bertahan di lokasi perumahan yang berdampingan dengan TPA tersebut.
Atas kejadian ini, BPBD tabanan mulai menyiapkan lokasi penampungan pengungsi karena pemerintah sudah menetapkan keadaan darurat.
Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri ketika dikonfirmasi Minggu kemarin mengatakan, dengan status darurat ini, maka pihaknya harus membuat lokasi pengungsian, mengantisipasi kebakaran di TPA lebih parah.
“Kami siapkan lokasi pengungsian di Balai serbaguna Desa Kukuh kerambitan dan sudah mulia membangun tenda-tenda,” ungkap Srinadha Giri, Minggu (15/10/2023).
Diakui, warga sekitar terutama di perumahan BCA land yang ada di selatan TPA memang belum mau yang mengungsi kecuali mereka yang punya bayi atau anak kecil. Hanya saja kebanyakan mereka mengungsi secara swadaya ke rumah kerabat terdekat.
“Namun ada pula warga yang mengaku tidak merasakan dampak nya, namun kami harus tetap menyiapkan lokasi pengungsian,” tegasnya.
Sementara terkait pemadaman, mantan Kabag Ekonomi Setda Tabanan ini menyebutkan, kalau pihaknya masih terus melakukan penyemprotan air untuk mendinginkan sampah yang ada. Apalagi Sabtu malam api sempat kembali berkobar, sehingga petugas harus berjibaku sampai pukul 23.00 Wita, api baru bisa dikendalikan.
“Tadi Pak Danrem 163/Wirasatya sempat datang ke sini melihat secara langsung proses pemadaman sekaligus meminta kami memindahkan posko penanganan kebakaran ke arah selatan. Kami gunakan balai subak untuk posko sementara agar lebih aman,” sebutnya.
Sementara untuk pendinginan terus dilakukan dengan penyemprotan air ke lokasi titik api yang ada. Karena asap yang masih cukup tebal dan bau gas metan, setiap saat dilakukan penggantian petugas karena nafas jadi berat. Sementara untuk di sisi timur lokasi awal kebakaran, karena bau gas metan sangat keras.
“Petugas gantian setiap satu menit untuk penyemprotan air ke lokasi kebakaran,” pungkasnya. (jon)








