
DENPASAR – Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan menangkap penyebar informasi bohong alias hoax terjadinya tawuran di wilayah Sesetan.
Informasi bohong itu diunggah Satriana Putra (28) melalui Tiktok dengan akun Satria JAY dan username @alucardotiktokk.
Video yang tersebar dengan narasi “hati-hati yg menuju Sesetan Denpasar tawuran lagi. Pada caption tertulis “habis di taman pancing sekarang di Sesetan”.
Video itu pun viral mendapat like 11 ribu orang dan membagikan 5800 kali.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari membeberkan terkait viralnya informasi hoax tersebut dengan menghadirkan tersangka Satriana Putra, Senin (28/8/2023).
Satriana sedang memperbaiki handphone di konter dekat TKP. Karena melihat ada ramai-ramai di seberang jalan, ia pun keluar.
Satriana Putra pun melihat seorang pria membawa sajam dan juga banyak orang lainnya. Ia pun mengira ada tawuran kemudian merekam.
Tanpa menanyakan kebenaran kejadian, pria asal Bondowoso ini langsung menarasikannya sebagai tawuran. Bahkan mengaitkannya dengan postingan viral di Taman Pancing.
“ Padahal sama sekali tidak ada perkelahian massal, dan hanya satu orang bawa sajam yaitu Maradona yang sudah diamankan,”tegas Kapolsek.
Tersangka yang bekerja sebagai tukang service HP freeland ditangkap di Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Sabtu (26/8). Perbuatannya dijerat Pasal 45A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda maksimal Rp1 miliar.
Di hadapan awak media, Satriana beralasan merekam kejadian itu karena takut. “Saya kira ada orang yang bawa senjata dan ramai itu tawuran seperti di Jawa, makannya saya takut dan rekam saja untuk ingatkan orang lain, saya minta maaf kepada warga Bali kalau sudah sebar informasi yang tidak benar,” tuturnya.
Kalpika Sari mengimbau masyarakat tidak asal memviralkan suatu kejadian tanpa mengetahui kebenarannya.
“Tidak semua yang kita lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya, agar tidak menjadi sebuah informasi bohong yang membuat kegaduhan ataupun keresahan di tengah masyarakat,” tandasnya. (dum)








