
KUTSEL – Sebuah hajatan internasional akan kembali digelar di kawasan Nusa Dua, Bali, pada bulan September 2023 mendatang. Hajatan tersebut adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023.
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Septriana Tangkary menerangkan, AIS Forum merupakan wadah kerjasama negara pulau dan kepulauan sedunia, yang memiliki keanggotaan 51 negara.
Forum tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan mengatasi permasalahan global dengan 4 isu utama, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, serta tata kelola maritim yang baik.
Di samping itu, forum tersebut juga merangkum pentingnya solidaritas sebagai landasan kolaborasi dan memanfaatkan AIS forum sebagai platform untuk bergotong royong, melahirkan inovasi, dan membangun ekonomi laut yang sehat dan berkelanjutan.
“Ini sangat penting bagi Indonesia, sebab Indonesia memiliki 17 ribu pulau dan menjadi negara ke-2 setelah China yang mengalami permasalahan plastik di laut,” sebutnya dalam acara Media Briefing AIS Forum 2023 yang dirangkaikan dengan Pertemuan World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Rabu (9/8/2023) lalu.
Menurut dia, perhelatan tersebut juga dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai negara kepulauan. Dengan itu, maka Indonesia akan dipandang sebagai negara kuat di kancah kemaritiman global.
Sebanyak 25 negara dipastikan akan hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun tema yang diangkat yakni ‘Fostering Collaboration, Enabling Innovation, for Our Ocean and Our Future’, dengan menekankan pada blue economy, our ocean, our future, dan solidarity.
Sementara, Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenkomarves, Sora Lokita menceritakan bahwa ide AIS Forum pertama kali muncul di tahun 2017. Ketika itu Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ingin berkontribusi kepada dunia.
Karena disadari bahwa negara pulau dan kepulauan di dunia memiliki tantangan yang sama. Termasuk dalam hal konektivitas, pemberdayaan masyarakat pesisir, marine polution, dan sebagainya.
“Kami ingin sama-sama membuat gerakan global, bagaimana cara pintar ini bisa kita gerakkan dari seluruh penjuru dunia dari negara pulau dan kepulauan. Dengan harapan, gerakan ini menjadi lebih masif, sehingga negara pulau dan kepulauan dapat mengatasi tantangan secara bersama-sama,” sebutnya.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong menambahkan, gelaran AIS Forum sekaligus menjadi bukti bahwa dunia sangat percaya terhadap leadership Indonesia.
“Sejauh ini kurang lebih ada 13 kepala negara yang memastikan akan hadir. Semoga semakin mendekati pelaksanaan, akan semakin banyak yang mengkonfirmasi hadir,” singkatnya. (adi/jon)








