
DENPASAR – DPRD Bali terus mengkebut pembahasan Raperda Provinsi Bali tentang haluan pembangunan Bali masa depan, 100 tahun Bali era baru 2025-2125. Bahkan mempercepat pembahasan, rapatpun sampai digelar Minggu (2/7/2023) malam di ruang rapat Gabungan DPRD Bali bersama eksekutif dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rapat yang digelar pada malam hari dan dihari libur baru pertama kali digelar bahkan kehadiran anggota dewan mencapi 41 orang dari 55 anggota DPRD Bali.
Menurut Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Ranperda yang akan berlaku 100 tahun tersebut, layaknya makro secara garis besar Bali, yang dulu tidak punya guide.
Politisi PDIP Tabanan ini menyebutkan, siapapun nantinya mendapat kepercayaan memimpin Bali, panduannya sudah ada sehingga dengan adanya Perda itu nanti, siapapun pemimpin Bali wajib berlandasan aturan yang yang sudah ada dalam Perda itu.
Kalaupun melakukan inovasi bisa-bisa saja tapi tetap harus sesuai garis besar dengan aturan ini.
“Inovasi dikit-dikit bisa, karena sekarang sudah ada aturan baku 100 tahun, perubahan- perubahan itu kan wajar, tapi tidak jauh dari batang-batang aturan ini,”katanya.
Ditetapkannya Perda 100 tahun ini, wajib dilaksanakan di sembilab kabupaten kota maupun provinsi. Pihaknya berharap, ketika ada perubahan pemimpin, peraturan juga dilakukan perubahan. Hal itu semestinya tidak terjadi sehingga peraturan yang ada akan menjadi peraturan yang tambal sulam.
“Selama ini itu yang terjadi, ganti pimpinan dibongkar lagi, hancur jadinya. Ide pak gubernur ini guide untuk landasan kita kedepan,”ujarnya.
Sementara Sekretaris DPRD Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, menjelaskan selain para wakil rakyat, pimpinan OPD, kelompok ahli DPRD Bali juga turut hadir dalam pembahasan.
“Tadi kelompok ahli hadir, semua fraksi hadir, total 41 anggota dewan hadir, sisanya izin ada kegiatan,” jelasnya.
Dalam rapat pembahasan tersebut, antara pansus maupun OPD nampaknya banyak adanya masukan. Sehingga diskusi pun sempat berlangsung secara alot, sebab pembahasan untuk aturan Bali dalam 100 tahun memerlukan masukan yang sedetail mungkin.
Paska rapat pembahasan itu dilakukan, selanjutnya Ranperda Provinsi Bali tentang haluan pembangunan Bali masa depan, 100 tahun Bali era baru 2025-2125 akan ketok palu pada Senin pagi.
“Iya besok, sekarang dilanjutkan rapat internal,”pungkasnya.(arnn)








