
TABANAN – Tanah Lot Art dan Food Festival IV yang digelar Pemkab Tabanan bersama DTW Tanah Lot memberikan imbas yang luar biasa pada kunjungan wisata. Sejak dibuka Kamis (22/6/2023), jumlah kunjungan sudha melebihi rata-rata harian.
Data yang diperoleh dari pihak DTW Tanah Lot, jumlah kunjungan setiap harinya naik signifikan. Pada Kamis lalu saat pembukaan, jumlah pengunjung tercatat 8.286 orang baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pada hari kedua Jumat (23/6/2023), jumlah pengunjung mencapai 7.644 orang wisatawan dan di hari ketiga Sabtu (24/6/2023) melonjak diangka 10.588 Wisatawan. Sementara di hari terakhir saat penutupan kunjungan diperkirakan akan tinggi karena hari libur.
Selain banyak menampilkan pelaku usaha makanan dan minuman maupun umkm kerajinan, yang menjadi daya tarik tersendiri hiburan yang disuguh. Berbagai kesenian ditampilkan pada festival yang melibatkan desa adat di kecamatan Kediri ini disamping hiburan berupa musik dan kesenian tradisional lainnya
Namun yang ditunggu-tunggu wisatawan adalah parade gebogan. Selama festival ini digelar lima kali parade gebogan melibatkan 750 ibu-ibu PKK dari 15 banjar yang ada di desa Beraban. Setiap banjar mengirimkan 50 peserta membawa gebogan berisi buah dan jajan.
Dengan tema, ‘ sunset paradise’ para gebogan digelar di sepanjang bibir pantai di Tanah Lot ini menjadi daya tarik luar biasa bagi pengunjung. Apalagi parade dilakukan saat sunset yang banyak diburu pengunjung DTW Tanah lot.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, Putu Toni Wirawan ketika dikonfirmasi di sela-sela kegiatan, mengatakan, kegiatan Tanah Lot Art dan Food Festival ini diharapkan bisa mempromosikan keberadan DTW Tanah Lot pasca Pandemi Covid-19 yang benar-benar terpuruk.
Diharapkan dengan kegiatan festival ini semakin mengenalkan keberadaan DWT Tanah Lot ke luar daerah bahkan ke mancanegara. Pihaknya juga memanfaatkan media massa dan media sosial untuk mempromosikan Tanah lot termasuk festival yang digelar saat ini.
“Tentu saja harapannya jumlah kunjungan akan meningkat terutama setelah festival ini digelar,” harapnya.
Sementara itu, dalam festival kali ini, puluhan pedagang makanan dan minuman berkesempatan menjual produk mereka kepada wisatawan yang berkunjung. Makan khas Tabanan seperti kelepon, , entil dan lainnya menjadi daya tarik wisatawan.
Begitupun dengan pameran kerajinan dari pelaku UMKM Tabanan yang ikut berpameran yang bisa mendongkrak omset penjualan. (jon)








