
KUTA – Abrasi masih saja terus terjadi di pesisir Pantai Kuta. Salah satunya, berada di sekitar Tsunami Shelter, depan Pura Segara Desa Adat Kuta.
Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista tidak memungkiri hal tersebut. Dan berharap, pemerintah sebagai pemilik kewenangan segera melakukan langkah pasti.
“Kami sebagai masyarakat, dalam hal ini tentu hanya bisa berharap agar pemerintah menjadikan ini sebagai sebuah prioritas. Karena kami sadari, bagaimanapun juga kewenangan adalah berada di tangan pemerintah,” ungkapnya dihubungi Senin (1/5/2023).
Harapan tersebut disampaikannya karena Pantai Kuta merupakan daya tarik wisata yang ada di Kuta. Dengan kata lain, Pantai Kuta adalah salah satu hal yang membuat wisatawan datang, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Banyak warga yang bergantung pada Pantai Kuta. Jadi kami harap pemerintah benar-benar menyadari itu,” sebutnya.
Membiarkan kondisi pantai ‘bopeng’ akibat abrasi, menurut dia bukanlah sebuah pilihan yang tepat. Karena hal tersebut dipastikan akan mengurangi animo wisatawan untuk datang berkunjung ke Pantai Kuta.
“Selain itu, kami juga khawatir abrasi meluas dan malah merusak fasilitas-fasilitas yang baru saja terbangun melalui program penataan pantai. Tentu akan jadi mubasir jika itu sampai terjadi,” imbuhnya.
Pemerintah, diharapkan bisa segera mencarikan solusi terbaik atas hal tersebut. Karena itu dipandang sudah sangat urgent untuk ditangani. (adi/jon)








