
DENPASAR – Aturan baru di cabang olahraga (cabor) muaythai bakal diterapkan pada Kejuaraan Muaythai Bupati Klungkung Cup II yang akan digeber pada 27 – 30 April 2023 di GOR Swecapura Klungkung. Aturan baru tersebut tak lain yakni atlet yang bertanding tidak menggunakan pelindung bodi.
“Ya tanpa pelindung bodi itu memang merupakan aturan produk baru dari atas yakni dari PB MI dan langsung kami terapkan dalam kejuaraan tersebut. Ini penting untuk adaptasi para fighter putra dan putri di Bali, sehingga nanti Ketika aturan baru sudah dipertandingkan di even nasional maka atlet kita sudah terbiasa,” ujar Panitia Kejuaraan Bupati Klungkung Cup II, Iwan Setiawan saat dihubungi, Senin (24/4/2023).
Diakui mantan pelatih taewondo Bali itu, aturan terbaru khusus berlaku dikategori senior. Tanpa pelindung bodi ini khusus untuk petarung putra, sedangkan untuk putri masih tetap memakai pelindung seperti alat yang dipasang pada payudara. Sementara alat pelindung lainnya memang tidak diperbolehkan lagi digunakan.
“Peraturan ini sudah pernah diterapkan saat seleknas Tim SEA Games oleh PB Muaythai, dengan demikian secara perlahan kita ikuti aturan terbaru itu tanpa menggunakan pelindung bodi,” sebut Iwan Setiawan.
Pria yang juga pelatih di Pengkab MI Klungkng itu menambahkan, tidak ada hambatan terkait regulasi yang baru itu. Pihaknya selaku panitia siap untuk melaksanakan di lapangan.
Sehingga momen ini juga bagus dipakai ajang sosialiasi aturan terbaru, sekaligus menguji petarung Pra PON yang akan tampil mewakili Bali di pentas nasional nanti dengan menggunakan standar aturan terbaru.
“Kalau sisi standar saya jamin lebih baik dari kekuatan tahun lalu, karena kita memakai standar pertandingan nasional. Baik soal keselamatan dan ketentuan lainnya agar lebih siap dengan regulasi yang ada saat babak kualifikasi PON nanti,” papar Iwan Setiawan. Iwan Setiawan.
Disebukannya, peserta ada kejuaraan Bupati Klungkung Cup II memang mengalami penurunan dan hanya diikuti 125 atlet dari awalnya tahun sebelumnya lebih dari 200 atlet yang ambil bagian.
Semua itu lanjutnya, lantaran suasana masih hari raya Idul Fitri sehingga banyak daerah lainnya menunda ikut kejuaraan tersebut.
“Pastinya ada 2 daerah luar menyatakan ambil bagian yakni Kota Bekasi dan NTB, sedangkan untuk lokal Bali dominan full tim, dan banyak menurunkan atlet pra-PON. Selain itu untuk jumlah pertandingan nanti ada 76 pertandingan, dan ada khusus kelas member wisatawan yakni peserta sudah ada mendaftar 2 orang,” pungkasnya. (ari/jon)








