
GIANYAR – Pasaran sampah plastik cukup menjanjikan. Jika dilakukan pemilahan dengan tepat dapat menjadi barang bernilai ekonomis terutama untuk funiture.
Hal itu dilakoni Putu ‘Wedoo’ Hermawan (35). Ia membuat modifikasi mesin pencacah sampah di seputaran Jalan Raya Sakah, Kecamatan Sukawati, Gianyar.
Selain memodifikasi mesin sampah, Putu Hermawan juga mendesain proptotyping, manufacturing produk furniture sesuai permintaan konsumen.
Putu menghasilkan papan material furniture dengan harga per papan 1×1 meter dengan ketebalan 1 cm Rp800.000.
Untuk memproduksi papan yang bernilai artistik dan ekonomis ini, Putu memerlukan minimal 3 ton sampah plastik per bulan. Maka dari itu, dirinya mengatakan bahwa sampah saat ini jangan dipandang sebelah mata.
“Saya juga sedang buat order dari Denmark. Bahan bakunya sampah untuk dijadikan pot tempat sampah,” jelasnya.
Satu pot tempat sampah memerlukan 650 gram tutup botol minuman kemasan.
“Satu tutup botol beratnya 1 gram. Jadi perlu 650 pcs tutup botol untuk jadi 1 pot. Prosesnya cuma 6 menit saja. Tutup botol dilelehkan, dipress kemudian cetak. Mereka minta 300 pcs pot,” tuturnya.
Sementara, untuk mesin pencacah sampah saat ini banyak diminati sejumlah TPS3R di Gianyar maupun beberapa wilayah di Bali. Ketertarikannya dalam dunia persampahan dilatarbelakangi oleh komitmennya mengatasi permasalahan sampah di Bali.
Berbekal basic ilmu permesinan, lulusan SMKN 3 Singaraja ini mencoba memodifikasi mesin pencacah sampah sejak Tahun 2017.
“Blue print nya sudah ada, saya ditawari oleh seorang guru asing untuk merakit,” jelasnya.
Dirinya kemudian membuat website agar lebih dikenal. Melalui ‘Wedoo’ Workshop, Putu merintis bisnis ini dengan mengombinasikan kecintaannya pada teknologi dan kepeduliannya akan isu lingkungan.
Salah satu produk yang dihasilkan Wedoo Workshop adalah sebuah mesin yang dapat mengubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai. Produk mesin pengolah sampah dari Wedoo Workshop antara lain, Wood Chipper (penghancur ranting kayu), Organic Waste Mill(mesin pencacah sampah organic). Ada juga Plastic Crusher (pencacah sampah plastik), Cocopeat / Cocofiber (pengurai serabut kelapa), dan lain sebagainya.
“Konsumen juga bisa merancang sendiri mesin yang dibutuhkan, dan Wedoo Workshop akan memproduksinya secara custom,” jelasnya yang sedang mengikuti penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna Nasional ini. Ia pun berharap Gubernur I Wayan Koster bisa berkujung ke bengkelnya. (jay)








