
GIANYAR – Petani di empat subak di Desa Saba kini memiliki harapan untuk dapat meringankan beban bila musim tanam tiba. Sebab, pemerintah melalui dana desa menggelontorkan empat unit traktor pembajak sawah.
Perbekel Desa Saba, Ketut Redana mengatakan, peberian traktor ini merupakan program ketahanan pangan yang telah ditetapakan oleh pemerintah pusat. Ada sejumlah pilihan dalam program tersebut.
“Dalam musdes akhirnya disapakati untuk pengadaan empat unit traktor,” ujarnya, Selasa (4/4/2024).
Empat unit traktor ini sudah diserahkan secara simbolis kepada pekaseh Subak Bonbiu, Subak Banda, Subak Pinda, dan Subak Saba, dah salah satu petani yang nantinya akan mengoprasikan traktor tersebut.
“Sambutan teman-teman pekaseh antusias, sekarang mereka masih menentukan pengelolaan nantinya seperti apa,” ujarnya.
Dijelaskan Perbekel, masyarakat di desa Saba saat ini dominan sebagai petani. Meski mereka memiliki pekerjaan lain, namun mereka masih memiliki sawah, baik sawah hak miliki mau pun sebagai petani penggarap. Bahkan luas wilayah desanya hampir 65% masih sawah. “Harapannya nanti petani bisa terbantu, setidaknya nanti tidak ada yang meggarang tukang traktor,” ujarnya.
Sebab selama ini, saat musim tanam, petani harus mengikuti jadwal pembagian air. Sementara dirasakan atau tidak debit air makin tahun makin mengecil. Sehingga petani yang memiliki sawah paling ujung terkadang kelabakan jika jadwal mepet namun belum mendapat pembagian traktor. “Semoga nanti bisa meringankan dan dimanfaatkan dengan baik. Pengelolaan sepenuhnya di berikan ke subak tersebut,” tandas pensiunan ASN ini. (*)








